Tiga Bulan

/ Wednesday, March 11, 2015 /
Hola! Lagi-lagi saya nggak rutin update #dailydoodle dan update tulisan di blog ya *tepok jidat* Eh tapi seperti biasanya, saya akan merekap cerita-cerita keseharian saya dalam satu postingan *hahaha* *dirapel ceritanya* *bilang aja males nulis* Yak, baiklah, mari kita mulai cerita saya dari tiga bulan pertama di tahun 2015 ini:

Januari

Pada bulan ini, aku seneng banget karena pada akhirnya aku sudah resmi resign dari kantor terdahulu. Ketakutan dan kekhawatiran itu pasti ada, ibu dan ayah saya udah ribut kalau-kalau saya ngganggur lama. Ealah dasar saya emang orangnya bebal dan nekat ya, udah dua kali loh saya resign tanpa ada pegangan. Pertama, resign dari pekerjaan pertama saya, yang kedua yaa resign dari kerjaan saya yang ini. Mana lagi BU alias Butuh Uang, eh malah terpaksa harus pake cadangan tabungan buat sekedar bertahan hidup *tsaah* Tapi entahlah, saya percaya, ada invisible hands dari Allah yang akan bantu *betulin jilbab*

Februari

Setelah nunggu amat sangat lama, akhirnya pencarian terakhir pun terjawab sudah di minggu kedua bulan kedua tahun 2015 ini. Sekali lagi, Alhamdulillah. Dari mulai gagal test ini itu, jungkir-balik pulang pergi interview dari Jakarta-Purwokerto, sampe akhirnya menyerah sementara dan kerja di Perbankan selama 1 tahun 10 bulan, pindah di perusahaan lain cuman 3 bulan, kemudian kerja di pemerintahan, kecewa sebentar kemudian bangkit lagi ~masih dengan keinginan yang sama. Lalu, masih dengan semangat menggebu, ijin test kesana-kemari sama Boss-Boss yang super baiiiik, dan dibolehin! (Boss mana lagi coba, yang ngijinin stafnya interview di perusahaan lain?) Beberapa proses rekruitmen terjauh yang pernah aku dapet di antaranya: PCPM angkatan 30 Bank Indonesia (cuman sampai MCU), gagal test MT Jamsostek (sampe tahap interview akhir dan MCU), gagal pantukhir MT Garuda Indonesia, dan yang terakhir, gagal (untuk kedua kalinya) di OJK pas tes tahap 2 *hahaha* ...ternyata, semua itu ada hikmahnya. Saya, yang sejak dulu emang seneng banget ngulik-ngulik lowongan, ternyata justru diterima pada pekerjaan yang tadinya sama sekali nggak pernah saya bayangkan. Yap, alhamdulillah saya diterima menjadi CPNS Pemprov DKI 2014. Saya merasa berhutang budi pada temen-temen kerja saya yang melontarkan celetukan-celetukan spontan dan mendorong saya buat nggak lagi skeptis sama PNS.

"Lo nggak minat jadi PNS ya? Nggak suka magabut kayak di sini? Lo bisa apply institusi lain kok, banyak yang bagus."

"Lo HI kan? Ada nih lowongan di Pemprov. Kakak gue di sana, sistemnya bagus sekarang, apalagi atasannya Pak Ahok."

"Mbak, ayo apply Pemprov bareng yuk. Saya ajarin gimana daftar dan log in-nya."

Kemudian, di hari terakhir pendaftaran itu, saya baru daftar. Saya yang buta sistem pendaftaran CPNS 2014 ini, dibantu oleh temen-temen dan adik saya. Saya baru ngirim dokumen seleksi administrasi ke kantor pos pas banget di hari terakhir. Cap pos. Kirim. Sudah. Pasrah sajalah. Ealah, setelah sekian kali tahap penjaringan, saya akhirnya dinyatakan lolos peringkat pertama untuk posisi Analis Kerjasama, (katanya sih) ditempatkan di Biro Kerjasama Luar Negeri. Alhamdulillah. Doa orangtua emang mantap banget ya. Bulan ini juga, saya ngurus pemberkasan. Terimakasih atas dukungan dan bantuan teman-teman dan Boss tercinta. :* :*
*ketjup basah*

Maret

Daripada magabut di kostan, saya memutuskan untuk pulang kampung dulu, liburan sekaligus menstop pengeluaran di tabungan hahaha. Kali aja begitu pulang jadi tambah gemuk. :D  Di bulan ini juga, saya bertambah usia menjadi 26 tahun. Alhamdulillah masih dikasih umur, masih diberi kesehatan, masih bisa ketemu sama keluarga dan orang-orang terkasih. Ibu dan ayah saya seneng banget (lega sih, tepatnya) saya sudah ayem, tinggal nunggu SK turun. Kata orangtua mah, perempuan enaknya jadi PNS, kerjaan aman, waktu dengan keluarga masih ada. Lagipula calon suami saya juga sudah di swasta, waktu kumpul dengan keluarga sudah pasti lebih sedikit dari saya. Kalau saya di swasta juga, gimana ngimbanginnya? Begitulah doa ibu saya dan camer. Saya hanya bisa bersyukur, anggap saja ini hadiah buat ultah ayah saya akhir januari kemarin, dan hadiah untuk diri saya sendiri, atas semua usaha pencarian saya yang nggak pernah berhenti. Dan oh ya, barangkali ini juga hadiah saya untuk ibu saya yang ngefans banget sama Pak Ahok, siapa sih yang enggak? Semoga saya bisa meneladani sifat baik, keteguhan, dan keberanian Pak Ahok dalam menyuarakan kebenaran yaak *kenapa bahasanya jadi berat gini yak? haha*


Ya sudahlah, saya rasa sekian saja sesi rekapan bulan Januari sampai Maret-nya, selama saya free di rumah seharusnya saya bisa update #dailydoodle lagi yak. We'll see.

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger