Resolutions, again?

/ Monday, January 12, 2015 /
Dulu (tepatnya 5 tahun lalu) saya pernah bahas tentang new year's resolutions. Err..bentar-bentar, 2009? Iyak, bener banget, pas ngebaca tulisan jadul saya di blog, jadi kepikiran, kok tulisan saya cupu banget yak? Hahaha. Sekarang masih sih. Kebanyakan curhatan juga. :))

Ngobrolin soal new year's resolutions, beberapa hari yang lalu, saya ketemuan sama tiga teman kampus saya. Tiga orang ini adalah teman pertama saya di Unpad. Setelah bertahun-tahun nggak ketemu, kami ngobrol ringan ngalor-ngidul dari jam 19.45 sampe hampir jam 22.00 malem. Untung transjakarta masih ada, jadi agak aman lah kalau pulang jam segitu. Selama kami ngobrol, banyak banget hal-hal yang kami bahas, di antaranya adalah new year's resolutions. Salah satu dari teman saya itu bahkan berencana menuliskan 100 poin yang harus dilakukan di 2015 ini, meskipun demikian, ternyata ngelist 100 itu susah banget. Hanya sekitar 30-40 saja yang berhasil dia tulis, tentunya masih banyak slot kosong yang harus diisi. Salah satu teman saya yang lain menambahkan delapan poin keseimbangan hidup (yang dia dapat dari training kantornya), di antaranya mencakup keseimbangan pencapaian secara material maupun spiritual. Pada intinya sih, apapun targetmu tahun ini, selalu ada trade-off atas segala pilihanmu. Jika kamu memilih untuk fokus pada karirmu, maka kamu harus siap untuk mengurangi waktumu berkumpul bersama keluarga. Yang jelas, manusia nggak bisa selamanya fokus sama target mulu, kita bukan robot yak boook, jadi sesekali tetep harus lah sosialisasi sama teman, piknik bareng keluarga, dan rutin beribadah ke masjid atau gereja.

New year's resolutions saya mungkin adalah salah satu list terburuk, karena rata-rata isinya ya pindahan dari resolutions tahun sebelumnya, hahaha. Apakah itu artinya saya gagal naik kelas? Mungkin iya, mungkin juga enggak. Saya memang punya banyak list yang belum kesampaian, tapi saya menikmati sekali prosesnya. Dulu, seorang teman menyadarkan saya, "Cong, lu tuh orangnya result oriented banget sih! Nggak bagus tauk, sekali-sekali enjoy the process dong." Terang saja saya kaget dikatain begitu. "Teman saya yang satu ini sotoy bener," begitu pikir saya. Eh tapi bener juga, kok dia justru sadar lebih dulu dari saya? Kenapa saya selama ini nggak ngerti bahwa yang membuat saya selama ini stressful itu ya karena saya terlalu fokus ke result? Kenapa saya abai dengan pelajaran lain yang bisa saya dapat during the process, kenapa? Kenapa?

Sejak saya lulus, saya selalu berpendapat bahwa menjadi sukses itu ya cuman lewat MT atau development program. Saya bikin banyak list tentang hal-hal apa yang harus saya capai. Saya berpatokan banget dengan aturan yang saya buat sendiri. Saya terpenjara dengan definisi sukses menurut saya, definisi sukses yang juga saya dapat dari orang-orang. Ya, definisi sukses menurut orang kebanyakan. Tahun demi tahun pun berganti, namun satu hal yang selalu saya lakukan hanya satu: mencoret list atau memodifikasi, tanpa menambahkan detail ataupun koreksi untuk mewujudkan list tersebut. Oh ya, apakah resolutions saya realistis? Saya nggak pernah terpikir sampai situ. Yah, namanya juga fresh graduate, masih terlalu idealis.

Ketika saya ngetik ini, kawasan Setiabudi lagi dilanda hujan. Hujannya angot-angotan sih. Tadi siang hujan sebentar, nah..malam ini hujannya ngeledek manja. Dari jendela kamar saya, saya bisa ngedenger dengan jelas teriakan mbak-mbak pulang kantor yang lari-lari karena kaget hujannya tiba-tiba mengguyur deras. Biasa lah cewek, kalau nggak teriak itu rasanya ada yang kurang gimanaa gituu.. Saya sendiri kepikiran kalau hidup tuh sejatinya kayak cuaca. Penuh kejutan! Kadang mendung, kadang gerimis, kadang panas banget, sampe-sampe kepengen turun hujan. Nah, apakah kamu sudah membuat list yang mengakomodir kejutan-kejutan itu? Mungkin new year's resolutions saya akan ditulis menggunakan pensil, supaya bisa saya tambahkan kejutan ini dan itu, tambahan ini dan itu, pelajaran ini dan itu, yang saya dapat during the process. Mungkin juga, saya akan teriak-teriak kayak mbak-mbak di depan kostan saya tadi, ketika tiba-tiba hujan turun. Mungkin.


"One resolution I have made, and try always to keep, is this:  To rise above the little things." 
John Burroughs

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger