Depresi? Mikir dulu yuk sebelum bunuh diri!

/ Friday, October 24, 2014 /
Tanggal 11 Agustus 2014 lalu, kita dikejutkan dengan meninggalnya Robin Williams. Aku baca di sebuah artikel, bahwa nggak semua orang yang ingin bunuh diri emang beneran pengen bunuh diri. Banyak yang (sebenernya) takut ngelakuin, tapi ya mau gimana lagi, pada saat itu yang terpikirkan hanyalah: there's no way out to escape. Aku nggak bermaksud menggurui di sini, karena aku juga dulu pernah ngalamin sejenis mood-swing problems & nyaris depresi, pemicunya juga masalah ababil gitu: akibat patah hati dan masalah kerjaan LOL! (Sekarang kalo nginget-nginget kejadian itu, jadi malu dan ketawa guling-guling). Padahal aku biasa jadi tempat sampah buat curhatan temen, tapi...ternyata pas aku ngalamin sendiri, nggak semudah itu bok! It's easier said than done. Dari situ, aku sampe pada satu kesimpulan bahwa depresi bisa menimpa siapapun, bahkan seorang aktor lucu sekelas Robin Williams sekalipun. Jangan sepelein depresi ~sekecil apapun itu! So, you think you are tough enough?

Di Indonesia sendiri, awal Oktober kemarin malah ada kasus bunuh diri yang nggak nanggung-nanggung: seorang pengusaha nekat terjun dari Menara BCA yang nota bene salah gedung tertinggi di Indonesia! Karyawannya sendiripun nggak nyangka, pak boss yang selalu penuh semangat dan memotivasi karyawannya, diduga bunuh diri karena menderita depresi. Kemarin aku juga baca berita sejenis, ada bapak-bapak bunuh diri karena sakit strokenya nggak kunjung sembuh, ada kakek umur 76 tahun yang ikutan terjun dari gedung apartemen karena frustasi sakit kanker usus, dan yang paling parah: seorang kepala desa nekat  ngebunuh istri dan anaknya sendiri, kemudian bunuh diri karena nyesel dan bingung. Hiks, again, do you think you really want to die that way? 

sumber gambar: klik

Depresi adalah perasaan sedih berlebihan yang kemudian mempengaruhi aktivitas sosial seseorang sehari-hari. Efeknya macem-macem, di antaranya: apakah kamu nggak ada minat melakukan apapun? Apakah kamu jadi males kerja? Apakah kamu bahkan males ngelakuin hobby-mu sekalipun? Apakah kamu mengalami gangguan pola tidur, males makan/makan berlebihan, berat badan turun/naik secara drastis? Apakah kamu sering ngerasa nggak berguna, susah konsentrasi, dan cepet ngerasa capek? Atau yang paling parah: apakah kamu pernah/sering kepikiran buat bunuh diri? Biar obyektif, coba tanya ke temen-temenmu, apakah mereka merasakan perubahan sikapmu yang negatif atau kinerjamu yang menurun? Jika kamu rata-rata menjawab ya untuk pertanyaan di atas, kamu harus berhati-hati karena kamu mungkin kena depresi. 

Eits, jangan sedih dulu, kamu nggak sendirian, aku dulu pernah kepikiran ingin mati juga, temen-temen juga ngejauhin karena sikap bad-mood-ku yang super annoying haha *nyadar* Dari situ ketahuan sih, mana temen-temen yang beneran care, siap sedia di kala suka dan duka, mana yang cuman manis di bibir tapi pas tahu temennya lagi down malah nggak nanya atau perduli barang seiprit (hiks), asyik liburan & refreshing rame-rame tapi nggak ngajakin si depresi ini, sampe akhirnya aku ngerti temen mana yang hobbynya ngegossipin di belakang dan lebih baik nggak usah dideketin sama sekali, hihi. 

Nggak semua orang yang depresi itu terlihat murung, adakalanya mereka malah pura-pura tegar (tiap-tiap orang berbeda reaksinya sih, kalau aku pada saat itu sih bawaannya pengen nangis mulu, ngomel-ngomel, dan males interaksi sama orang). Secara umum, orang yang depresi biasanya nggak akan semudah itu nanya ke temen untuk meminta saran, kecuali kita sendiri yang menawarkan bantuan ~kalau mau nawarin atau nanya-nanya, saranku sih pelan-pelan aja, karena orang depresi itu cenderung sensitif haha. Jadi kalau next-time kamu nemuin temen yang menunjukkan gejala depresi, jangan tunggu, jangan pura-pura nggak perduli, jangan sok asik kumpul-kumpul sendiri dan mengucilkan si penderita depresi ini, karena siapa tahu bantuanmu-lah yang dia butuhkan. Jangan sampe nyesel karena besokkannya doi muncul di koran akibat bunuh diri. Malu tuh, ngakunya temen, tapi nggak peka! *emosi*



Untungnya aku masih percaya kalau aku nggak sendirian, aku masih punya keluarga, aku masih punya Tuhan! I seek for help, I talked to my parents & my sisters, I read lots of articles on http://tinybuddha.com/, did my hobbies more often to distract my bad-mood, banyakin meditasi dan ibadah, dan akhirnya, aku bisa menerima kenyataan bahwa nggak semua yang kita inginkan bisa terwujud dengan mudahnya, karena hidup itu sejatinya memang jalanan yang berbatu dan berkelok-kelok. Ada orang yang lebih susah dan menderita dari kita loh, tapi mereka bisa bertahan dan move forward, kenapa kita nggak? Kuncinya: be grateful for everything I had and done. Finally I understood that I am the one who is responsible to handle my own depression, because it's a matter of "on-and-off" buttons. Happiness datengnya bukan dari luar, tapi dari dalam diri kita sendiri. Jadi kalau kamu pengen happy, bayangkan kamu bisa pencet tombol Happy mode: on ! Nggak instan sih, tapi pelan-pelan akhirnya Alhamdulillah bisa juga tuh!

  1. Faktor Organobiologis: nggak seimbangnya neurotransmitter di otak, yang mempengaruhi produksi serotonin. Menurut penelitian, penderita depresi memiliki hippocampus yang lebih kecil dan produksi hormon stress kortisol lebih banyak, beberapa obat-obatan juga ditenggarai memicu depresi.
  2. Faktor Psikologis: diakibatkan beban psikis atau tekanan sosial.
  3. Faktor Sosio-Lingkungan: kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, habis ditimpa musibah/bencana alam, dsbb.
Kalau kamu masih berpikir bahwa depresi adalah penyakit kejiwaan, please stop saying so. Aku sendiri nggak sepakat dengan orang-orang yang menjudge orang depresi sebagai orang yang menderita sakit jiwa alias mental illness. Depresi nggak sesimpel itu. Dengan ngatain mereka sebagai orang yang punya penyakit jiwa, justru malah menambah banyak deretan orang-orang depresi yang mengucilkan diri dan kehilangan kepercayaan dirinya.

Tips mengatasi depresi
Aku punya beberapa tips buat kamu yang mengalami masa-masa depresi ini, beberapa di antaranya aku rangkum dari http://tinybuddha.com/:
  1. Belajar mencintai dirimu sendiri. Lepaskan standarmu tentang seperti apa seharusnya kehidupanmu, karena setiap manusia nggak ada yang sempurna, dan perfeksionis itu nggak bagus (baca: bedanya perfeksionis dengan high-achiever) Pergi nyalon atau pijet, manjakan dirimu, bikin dirimu merasa cantik atau ganteng. 
  2. Dengarkan kata hatimu. Aku percaya, hati nurani adalah media Tuhan berkomunikasi dengan kita. Nggak percaya? Coba deh sesekali kamu langgar perintah Tuhanmu, pasti ada yang mengganjal dalam hati kan? Ya! Dia mencoba memberitahumu, bahwa being true to yourself is good.
  3. Dengarkan tubuhmu. Apakah kamu jadi sering sakit maag? Sakit kepala? Itu mungkin bukan cuman karena kamu kurang tidur atau salah makan, tapi karena kamu stress. Pas kamu lagi stress, marah, atau bad mood, coba diam sebentar, tutup matamu, dan tarik nafas. Rasakan energi dan sensasi marah yang menjalar di tubuhmu. Aku pernah nyoba, dan ternyata rasanya aneh. Kepalaku panas, perasaanku berat, gigiku gemeretak, tanganku rasanya ingin membanting atau memukul sesuatu, dan nafasku terburu-buru. Saat itu aku ngaca, wuidih mukaku jelek dan serem banget kalo marah-marah! Hahaha. Di saat itulah hati nuraniku seolah bilang gini, "Yaelah, gitu doang marah. Yang sabar dong Ica sayaang...pantesan badanmu makin kurus. Lagian temen mana yang mau deket sama orang pemarah?" Kemudian aku sadar dan ngucap istighfar. Fyuuuh! Latihannya susyaaaah tapi worth it!
  4. Belajar memaafkan orang lain, dan mengabaikan mereka yang jahat ke kamu. Apapun yang telah mereka lakukan, sengaja maupun tidak disengaja, lupakan dan ikhlaskan. Susah memang, tapi pikirkanlah hal-hal indah lainnya yang kamu dapatkan jika kamu meringankan dirimu sendiri dari perasaan khawatir dan dendam. Rasanya beneran ringan banget! Hanya pikirkan hal-hal yang matters for your future dreams, itu aja sudah lebih dari cukup. Kalau masih ada yang ngomongin kamu nggak enak, ngegossip nggak penting, jauhin. Those unhappiest people in the world are those who care the most about what other people think (Lupytha Hermin).
  5. Tutup atau log-out social mediamu, jauhin diri dari gadget. Jalan-jalanlah ke luar rumah, ke tempat yang banyak pepohonan atau burung liar. Ketemuan atau kenalan sama orang baru. Gabung ke komunitas lain yang sama sekali nggak kenal kamu, sehingga nggak akan ada yang ngejudge kamu lagi. Gimana? Nggak semua orang jahat kan? Coba deh kamu jadi volunteer, siapa tahu malah jadi nambah skill dan makin rasa percaya diri
     Illustratornya juga pernah ngalamin depresi berupa bipolar loh! Cek websitenya yuk!
    Sumber gambar
  6. Meluangkan waktu buat meditasi atau yoga. Atau buat saya sih ada yang nggak kalah pentingnya: ibadah. Suasana sunyi dan tenang ini mendukung banget buat komunikasi sama diri sendiri dan curhat sama Tuhan, sekaligus buat self-reflection.
  7. Coba pelihara kucing, anjing, atau burung, atau hewan-hewan lain yang tenang, seperti ikan. Saat kamu kesepian, kamu bisa elus-elus mereka, atau pura-pura ajak mereka ngobrol. Sangat relaxing sih kalau buat aku sendiri. Kasih energi positif biar ceria lagi, apalagi sama kucing yang bermanja-manja. Hihi.
  8. Hilangkan pikiran negatif, yakinlah kalau everything is possible, tambahin semangatmu dengan mencoba baca-baca literatur, biografi orang sukses, atau buku-buku yang memotivasi. Aku direkomendasiin sama temenku buat beli buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" karangan Ajahn Brahm, dan pas aku baca, menyenangkan sekali sih, berasa baca buku self-help buat ngatasin depresi. Buat yang muslim, coba buka Al Qur'an-mu, baca pelan-pelan..sudah?
  9. Be productive! Paksain badanmu untuk bergerak, yang simpel-simpel aja dulu, nyuci piring, beres-beres kamar, nulis, update blog *haiyah* atau nggambar. Lakukan hobimu yang sempat terbengkalai, dan lakukan sampe selesai. Jika kamu berhasil menyelesaikannya, timbulkan rasa bangga dan bahagia karena akhirnya kamu bisa achieve something, dan yang terpenting, kamu udah nggak sedih lagi. Kamu bisa kok *wink*
  10. Temukan akar masalahmu apa, nah...ketika kamu sudah tenang dan dinaungi energi positif kayak gini, yakin deh, kamu pasti bisa berpikir dengan kepala dingin. Coba tanya dan minta bantuan temen, saudara, suami/istri, orang kepercayaanmu, untuk membantunya nyari solusi buat nyelesaiin masalahmu. Kembali lagi, nggak ada yang nggak mungkin. Jangan gengsi buat minta tolong ya.. Kalau kamu ngerasa perlu konseling ke dokter, ngelakuin psychoteraphy, atau sekedar nanya-nanya dulu ke psikiater, jangan malu dan antipati. Nggak semua orang yang konseling itu lemah, dan siapa yang bilang being weak is unacceptable? Being weak is okay, depression could be happen to everyone out there. Buat temen-temen yang punya temen depresi, jangan sembarangan ngatain kalau nggak tahu masalahnya apa ya, coba tempatkan posisimu sebagai dia, sekali lagi aku ingetin, apa yang kamu lakukan bisa bikin orang tersebut kehilangan kepercayaan diri.
Nah, sekian saja tips yang bisa aku kasih buat kalian. Jangan pernah sekalipun terpikir lagi untuk bunuh diri. Pikirkan keluargamu yang akan kamu tinggalkan, pasangan hidupmu, anak-anakmu, teman kantormu, pekerjaanmu, hutang-hutangmu, apakah kamu tega meninggalkan dan membebankan itu semua pada mereka? Apakah kamu tega keluargamu seumur hidup menanggung malu dan rasa sedih karena kamu meninggalkan mereka dengan cara yang (kalau aku boleh bilang) pengecut? Hidup itu bukan pertandingan, jangan pernah membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain, dengan standar ataupun targetmu (oh ya, apakah targetmu realistis?). Tuhan pasti punya tujuan dibalik segala cobaan. Klise sih, tapi kamu akan tahu maknanya ketika kamu sudah berhasil bangkit lagi.

Here we go, my quote of the day is:

"Hidup cuman sekalikalau udah game over
nggak akan bisa restart lagi. 
Dan kalaupun bisa restart, emangnya ada 
yang ngejamin kehidupanmu yang baru 
akan lebih baik?"
-RA-



4 Kicauan:

{ Dhea Nandita } on: February 1, 2016 at 6:56 AM said...

good articles..actually I going to suicide...but I think not a good way

{ Denny Siregar } on: February 7, 2016 at 9:30 PM said...

Cakep..artikel ini menambah semangat utk bangkit dri kegelapan ini,dan menatap masa depan lebih baik,tidak menyerah dengan putus asa dan mengakhiri hidup,kita buat komunitas yuk,agar bisa sharing bersama,smga bsa saling memotivasi utk masa depan yg lebih baik dan bahagia..add wa saya ya 08119541700,atau pin bbm 5252B3B0.Trims

{ Rainny Rizkia Sa'bani } on: September 18, 2017 at 1:14 AM said...

waah artikelnya bagus sekali ^^
sarannya bermanfaat dan membangun ^^
bisa dicoba nih.. trimakasi ya kak ^^

{ Rainny Rizkia Sa'bani } on: September 18, 2017 at 1:15 AM said...

waah artikelnya bagus sekali ^^
sarannya bermanfaat dan membangun ^^
bisa dicoba nih.. trimakasi ya kak ^^

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger