Keraton Kasepuhan Cirebon

/ Sunday, January 01, 2012 /
Pertama kali dateng ke Keraton Kasepuhan Cirebon, saya jadi 'ngeh', kenapa acara ini dikasih nama 'Gelegar Cirebon Volks Wisata' dan berpusat di Keraton. Keraton Kasepuhan punya potensi wisata yang sangat bagus, namun kalau boleh dibandingkan, keraton ini belum semenarik keraton Jogjakarta. Sangat disayangkan, kok gembar-gembor 'gelegar' wisata yang dipromosikan nggak se-menggelegar yang kami harapkan. Di siang hari, Keraton cukup nyaman dikunjungi, namun di malam hari, penerangan sangat kurang, sehingga terkesan horror *eaa*

Keraton Kasepuhan ini adalah Keraton termegah dan paling terawat di Cirebon, makna setiap sudut arsitekturnya pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan Keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo di dalamnya. Di depan Keraton ini, terdapat alun-alun yang pada jamannya digunakan untuk menghukum cambuk setiap rakyat yang melanggar peraturan (diolah seperlunya dari sumber) -> Untuk tahu lebih lanjut tentang dokumentasi kerajaan-kerajaan lainnya, silahkan klik di sini.

Sesampainya di pintu gerbang Keraton, kami sekeluarga dikasih ID-Card yang cukup ditunjukkin ke panitia, dan sebuah stiker untuk ditempel di mobil..lalu, voila, kami pun bisa melenggang dengan bebas keluar-masuk Keraton, pake jasa tour guide yang ramah-ramah pula. Saat acara berlangsung, banyak pengunjung yang 'dihadang' sama petugas ketika mereka pura-pura 'ngekor' di belakang peserta acara VW Club, tapi akhirnya ketahuan dan disuruh bayar tiket, karena nggak bisa nunjukkin ID Card. Ealah, sebenernya kami juga ninggalin ID Card di mobil sih, tapi karena si panitianya liat kami turun dari VW, ya nggak bisa komplen lah mereka. :D

Syukurlah, ada objek foto yang sangat menarik (dan hampir nggak pernah sepi dari antrian). Yak, ini Karmann Ghia, dan it's always be my dream car! Ini kesempatan bagus pemirsaaah, kami pun nyolek-nyolek manja 'Bang' Karmann, uhuhihi. :">


Setelah ngebela-belain foto (meskipun di bawah sinar matahari yang teramat sangat terik), kami pun masuk ke dalam Keraton yang, tentu saja, jauuuh lebih adem. Saya langsung jatuh cinta dengan tembok keraton ini, karena dari kejauhan temboknya nampak seperti wallpaper, tapi jika dilihat dari dekat...



..ternyata itu adalah keramik yang disemen menempel di tembok ~dengan penataan tertentu. Lucu ya? Yang lebih unik dan menarik lagi, lambang Keraton Kasepuhan Cirebon yang terpajang di dinding. 






Seperti yang kita tahu, batik Cirebon lekat dengan nuansa dan tema hewan *bener nggak sih istilahnya, ahaha*, jadi..nggak heran lah kalau lambang Keraton-nya berbentuk Singa Barong. Tentunya, kita akan sedikit tergelitik ketika menemukan bukti penyebaran agama Islam dari bentuk kaligrafi yang tergambar pada lambang Keraton ini, sementara di bagian dalam Keraton, sisa-sisa penyebaran agama Nasrani masih terlihat dari motif keramik yang digunakan (nanti akan dijelaskan oleh gambar di bawah). Selain dipajang di tembok, ada juga patung sepasang Singa Barong yang menyambut kedatangan kita di Keraton bagian depan. :D

Memang, saya akui, hal yang paling menarik dari Keraton Kasepuhan ini adalah: temboknya! Bayangin, jaman segitu, seniman tradisional udah bisa bikin relief yang kayak begini! *sekalian majang foto narsis ah* 
 


Di samping reliefnya, keramik-keramik yang dipasang mengelilinginya juga nggak bisa dilewatkan loh.


Coba perhatikan, ada dua jenis keramik yang digunakan untuk membingkai relief tadi. Pertama: keramik biru, kedua: keramik coklat.


Masing-masing keramik punya arti tersendiri. Untuk keramik biru (atas), ia menggambarkan suasana negeri Belanda (mengingat pada saat itu, pengaruh Belanda sangat kuat di wilayah ini). Sementara, keramik coklat (bawah) menggambarkan kisah-kisah dalam bible. Upaya penyebaran agama Nasrani cukup kental tergambar oleh keramik ini.




Hal lain yang saya suka adalah lampu kristalnya. So warm and romantic. :D




Inilah ruangan tempat Raja dan para pamongnya mengadakan rapat. Lihat saja susunan kursinya, widiih..kebayang yaah, jaman dulu ada yang mangkir dari rapat juga nggak ya? :P

NB: Karena tulisan saya ini udah terlalu panjang, makanya bakalan saya pecah lagi nih ceritanya. Hohoho. Tenang, ceritanya nggak bakalan ngalahin Sinetron Tersanjung kok.


...bersambung. Ke postingan selanjutnya.

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger