Sombong (part 1)

/ Wednesday, December 28, 2011 /
Beberapa hari ini saya lagi rajin bangun pagi dan nonton acara curhat-curhatannya Mamah Dedeh (baik di Indosi*r atau An*v). Bukan  gimana-gimana loh yaa, saya cuman sedang membudayakan bangun pagi, dan biasanya saya selalu bingung kalau pagi-pagi mau ngapain. Biar nggak ngantuk lagi, jadilah saya dengerin pengajian di tv. Dan syukurlah, suara lantang Mamah Dedeh sukses bikin saya nggak ngantuk lagi. Hohoho. :P

Pada suatu episode, seorang peserta pengajian bertanya tentang manusia seperti apakah yang paling dimuliakan dan paling dibenci Allah. Lalu Mamah Dedeh pun menjawab, “Ada tiga orang yang kelak di hari kiamat tidak akan dimuliakan Allah, yaitu orang yang berzina, pemimpin yang berkhianat, dan orang yang takabur alias sombong. Apalagi kalau sudah miskin, sombong pula, apa yang mau disombongin? Sementara, orang yang dimuliakan Allah, adalah orang yang habluminallah dan habluminannas-nya bener." (kurang lebih gitu penjelasan Mamah Dedeh) (Baca lebih lanjut: penjelasan mengapa orang sombong masuk neraka Jahannam)

Dari penjelasan tadi saya kaget loh. Beneran. Segitu bencinya Allah sama orang yang sombong, sampai-sampai Ia tidak memuliakannya di hari kiamat. Daaan...karena pengetahuan agama saya masih cethek (rendah), saya nggak bakalan ngebahas sifat sombong tadi secara agama. ^,^

Pernah nggak sih kita sombong atau pamer? Saya, tentu saja pernah. Dan saya yakin, semua manusia di dunia ini pernah seperti itu. Jaman-jaman saya masih SD, saya termasuk anak paling mini dan sering dibully. Ahaha. :)) Akibatnya, pas SMP, saya jadi agak pilih-pilih teman dan...yah, boleh dibilang, sombong. Apalagi kalau ada guru yang akrab dan sesekali menyanjung saya di depan temen-temen, hati ini kok rasanya hepi banget. 

Sebenernya kenapa sih saya jadi sombong? Jujur, sebenernya saya minder, dan sikap sombong dan pamer itulah yang membantu menutupi rasa minder saya. Dengan sombong, saya jadi nggak dipandang rendah sama orang lain. Yaah, sedikit-sedikit show off-lah ya. Nah, setelah lulus, kebetulan saya masuk SMA yang tergolong bagus di kota ini. Wah, makin nambah aja rasa pilih-pilih saya ke temen. Saya cuman berteman sama orang-orang yang baik sama saya. Kalau yang nggak, ya nggak saya deketin. Nyebelin? Saya juga baru nyadar sekarang-sekarang kok. Ahaha.

Pas kuliah, saya ngerasain tuh, gimana rasanya pisah dari orangtua, jalan kaki kemana-mana, mengelola uang bulanan, dan mencari teman sebanyak yang saya bisa. Syukurlah, teman-teman kuliah saya pada waktu itu baik-baik semua. Terkikislah satu demi satu rasa pilih-pilih teman itu. 

Kemudian, Allah kasih saya pelajaran hidup lainnya, supaya saya nggak sombong, pamer, maupun takabur. Saya diberikan waktu lebih lama untuk jadi jobseeker alias pengangguran, supaya saya merasakan bagaimana rasanya meniti sesuatu dari bawah. Itu karena ulah saya juga sih, saya sering pilih-pilih pekerjaan. Saya beranggapan, "ah pekerjaan ini kan nggak oke buat saya, saya kan pengen yang gajinya lebih tinggi, bla bla bla..", sementara nurani saya seakan berteriak: "Enak aja minta gaji tinggi, kamu kan belum ada pengalaman kerjaaa!"

Itu salah satu bentuk 'jitakan' dari Allah yang berasa banget sampai sekarang. Udah nganggur, masih sombong pula! Apa bedanya sama orang yang miskin, tapi sombong?

Yak, ternyata bener juga kata Mamah Dedeh, kamu nggak bakalan bisa menilai sendiri seberapa sombong atau takaburnya dirimu. Orang lain yang melihat, dan orang lain yang semestinya mengingatkan. Tapi, biasanya orang sombong itu nggak bakalan sadar kalau nggak 'dijedotin' sendiri sama Tuhan.

Tuhan udah njedotin saya nih. Semoga kamu nggak perlu dijedotin dulu. :)

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger