Sombong (part 2)

/ Wednesday, December 28, 2011 /
Masih sama kayak tulisan saya sebelumnya. Saya bakalan ngomongin soal sifat sombong. Ada sebuah cerita lucu nih, saya ambil dari sini, begini ceritanya:
"Suatu malam, seorang mahasiswa berkata kepada saya dalam pergumulannya, “Pak, saya sedang bergumul dengan diri saya. Saya merasa sombong dan ini mengganggu saya.” Melihat ekspresi wajahnya yang serius dan tulus, saya menjawabnya, “Tenang saja, kesombonganmu jelas masih dalam taraf yang belum puncak. Pernyataanmu bahwa kamu merasa sombong menunjukkan bahwa kamu tidak benar-benar sombong.” Setelah itu kami berbicara panjang lebar dan saling mendukung.


Komentar saya di atas mencerminkan sebuah keyakinan bahwa mereka yang sombong total biasanya tidak menyadari kesombongannya dan mereka yang mampu mengakui kesombongannya, masih memiliki sisa-sisa kerendahan hati.. Hal ini seperti, orang yang agak mabuk sadar bahwa ia agak mabuk, namun orang yang mabuk total tidak sadar bahwa ia mabuk; atau orang yang setengah tertidur sadar bahwa ia setengah tertidur, tetapi mereka yang tertidur lelap tidak sadar bahwa ia sedang tertidur."

oleh: Ev. Bedjo Lie, S.E., M.Div.



Sekarang, mari lihat sekeliling kita. Ada kalanya orang bersikap sombong, kemudian berubah setelah dijedotin oleh Tuhan. Ada juga orang yang tadinya rendah hati, jadi kemaki alias sombong setelah diberi rejeki sama Tuhan. Ada lagi yang lebih parah, dari dulu sampai sekarang sombongnya nggak berkurang-kurang. Hahaha. Saya sendiri pernah menghadapi semuanya. >,<

Beralih ke kemajuan teknologi, buat sebagian orang, FB dan Twitter bisa menjadi media memperlancar kesombongan dan rasa ingin pamer mereka. Beberapa orang mengganti perangkat telekomunikasi mereka, jam tangan, penampilan, serta gaya hidup supaya dipandang tertentu, atau supaya bisa masuk kelompok tertentu. Ada juga yang justru dengan terang-terangan menolak dan terkesan anti dengan hal-hal konsumtif tersebut. Saya sendiri nggak bisa menentukan, siapa yang berhak dan pantes dibilang sombong, karena toh kacamata sombong setiap orang beda-beda kan? Ada temen saya yang membela diri, "Gue kan beli ini itu biar diliat profesional di depan klien gue." Temen saya yang lain menyahut, "Yaelaah, kita-kita juga pada ngerti kali, lo beli gituan buat apa. Nggak usah norak deh lo. Emang lo doang yang bisa? Di luar sana ada banyak yang lebih dari lo." Hahaha, teruslah mereka berdua berdebat soal hal tadi.


Buat saya sendiri, sombong atau tidak sombongnya seseorang, pamer atau tidak pamernya seseorang, nggak dinilai dari penampilan luar semata. Tapi dinilai dari sikapnya ketika dia berinteraksi (baik di dunia maya atau dunia nyata), atau bahkan, hanya berpapasan dengan orang lain.


Ada orang yang kelihatannya (catet ya, 'kelihatannya') sombong, kelihatannya pamer, ternyata dia nggak bermaksud pamer dan sombong sama sekali. Penampilannya yang necis dia gunakan untuk menunjang pekerjaannya, gadgetnya canggih buat ngecek email dari klien, dan meskipun dia naik Bentley, dia tetep ramah dengan asisten rumah tangganya dan nggak merendahkan orang lain. Daripadaaa, orang yang tadinya biasa-biasa saja, pakaiannya biasa-biasa saja, tapi begitu dapet rejeki dari Tuhan, langsung 'kaget' sehingga ia berubah menjadi OKB, sering show off dan selalu merasa dirinya lebih di atas orang lain. Pada banyak kasus, mereka justru 'merendahkan diri' supaya 'ditinggikan' orang lain. Misalnya: 


Bu Ini: *ngeliat album foto Bu Anu di home, lalu komen*  "Wah, Bu Anu hebat banget yaa, sekarang mondar-mandir ke luar negeri terus." -> (kepengen ngorek kebenaran cerita lebih lanjut)
Bu Anu: *ngebales komen setara kecepatan cahaya* "Ah, Bu Ini bisa aja. Saya nggak hebat-hebat amat kok, cuman 12 kali dalam setahun ke luar negeri." -> (nggak ada yang nanya, tapi nyebutin sendiri)
Bu Ini: "Ya ampun, segitu mah udah sering banget bu! Hampir tiap bulan dong ya kesana. Pasti biayanya banyak dong yaaah buu..kan di sana barang-barang mahal-mahal yaa buu? Pantes lah, kan Bu Anu istri pejabat. Kalau saya mah, belum tentu bisa kayak Ibu. Belanja apa aja Bu di sana?" -> (antara kagum beneran, campur keinginan menjilat, siapa tahu kebagian oleh-oleh)
Bu Anu: "Hohoho, aduuuh, Bu Ini bisaa ajaaa.. Yah, ini kebetulan aja sih Bu, kan suami ada keperluan studi banding ke sana, terus kebetulan saya ada kelebihan rejeki, jadi yaa..saya sekalian beli beberapa keperluan di sana bu..sekalian berlibur bareng anak-anak. Lumayan banget loh Bu, di sana saya beli beberapa produk yang nggak dijual di sini." -> (menegaskan kalau dia memang buang-buang uang di sana)
Bu Ini: *mengakhiri percakapan dengan membubuhkan tanda like pada komen Bu Anu yang terakhir, lalu log out* 
Sebaliknya, ada juga orang yang tampilan luarnya biasa-biasa saja, pembawaannya sederhana dan membumi (eaaa, bahasanyaa :P), tapi ternyata, tanpa dia perlu pamer, kekayaannya di mana-mana, dan dia juga wirausahawan yang sukses. Nah, sekali lagi, penampilan itu menipu, kawan.

Di dunia maya, kesempatan untuk bersombong-ria, atau berpamer-ria terbuka lebar, kamu bisa (dan boleh) ngupload foto-foto liburan, foto-foto aktivitas kamu kapan pun, di mana pun, selagi ada koneksi internet, dan selagi kamu ngepost fotomu di wall-mu sendiri, bukan di wall orang lain. Nggak ada juga yang ngelarang album kamu dipublish dan ditag sendiri, supaya muncul dan dikomen orang lain. Kamu boleh ngupload foto-foto kamu tiap jam, atau bahkan tiap detik, kalau kamu mau ~karena itu akunmu. Kamu juga bisa mengumbar semua itu lewat status. "Helooo, mau liburan kemana kek, mau beli mobil atau ganti handphone kek, nggak perlu dipublish juga kali yee...," celetuk temen saya tadi. Ada juga yang nyinyir, nyindir lewat status. Jadilah mereka bales-balesan status. Duh, gitu banget sih yaa.. Ahaha *ketawa miris*

Syukurlah, sekarang FB ada fitur subscribe dan unsubscribe, jadi saya nggak perlu ngeremove oknum tadi. Di Twitter lebih frontal lagi, "Kalau nggak suka, tinggal unfollow. Susah amat sih! Pake bales-balesan tweet segala," gitu kata hati nurani saya. Jadi, kalau sekarang pada ribut karena banyak orang yang lagi demen show off, gampang kok. *klik*




Kalau di dunia nyata?

4 Kicauan:

{ naraya narada } on: January 6, 2012 at 8:36 PM said...

wah fb saya seringnya buat show off haha

{ thisisrizka } on: January 6, 2012 at 9:40 PM said...

ahahaha *ikut ketawa ah* *untung saya nggak subscribe* :P

{ naraya narada } on: January 7, 2012 at 7:35 PM said...

show off gambar kyk yg diblog XD

{ thisisrizka } on: January 9, 2012 at 8:59 AM said...

ahahaha, dih, itu saya juga gitu kali ah! :))

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger