Do What You LOVE

/ Sunday, December 12, 2010 /
Ketika sedang berselancar ria di jagad maya, saya menemukan sebuah tulisan simpel yang menyadarkan saya akan pentingnya 'passion'.

Ditulis oleh: Billy Boen. Disalin dari sini.

Inilah topik di buku “Young On Top” yang paling mendapat perhatian dan dibahas diberbagai blog di internet. Ketika menulis buku ini, saya memang berusaha mengurutkan dari mulai apa karakter yang ‘paling mendasar’ yang harus dimiliki seseorang untuk sukses, sampai pada karakter apa yang juga sebaiknya dimiliki seseorang ketika dia mulai mendaki karirnya hingga ke puncak. Namun, tidak terbayangkan bahwa ternyata teori sederhana yang menjadi dasar penulisan chapter pertama buku ini di’iya’kan banyak pihak. Saya percaya bahwa, “Kalau kita suka dengan apa yang kita lakukan, kita akan berusaha semaksimal mungkin; kita ngga akan melihat rintangan sebagai suatu beban, tapi lebih merupakan suatu tantanganan yang akan kita hadapi dengan senang hati”. 

Teman saya, Rene Suhardono yang selalu sharing diacara “Career Coach” menekankan betapa pentingnya seorang professional  mengetahui apa itu passion-nya. Seseorang yang baru saya kenal secara personal di acara Kick Andy Off Air di Universitas Udayana bulan Desember 2009 lalu mengaku bahwa dia suka banget nyanyi. Nugie, begitulah namanya; juga lewat lagunya “Lentera Jiwa” menyampaikan pesan agar kita mencari tahu dan melakukan apa yang kita cintai. Orang tuanya adalah Pegawai Negeri, dan mereka berharap Nugie juga akan mengikuti jejak mereka. Kita semua tahu, Nugie bukan merupakan seorang Pegawai Negeri, tapi dia adalah seorang penyanyi sukses era sekarang ini.

Dari kecil saya sudah tahu mau jadi apa, saya beruntung. Kedua orang tua sayalah yang mengarahkan (bukan memaksakan) saya untuk menjadi saya seperti sekarang ini. Apa passion saya? Hmm,...saya suka brand management; mulai dari menciptakan, membesarkan, dan mempertahankan merek. Saya juga suka memimpin. Jadi, apakah sekarang ini saya di JIM dan Rolling Stone doing what I love? Jawabannya “Ya”.

Saya bertemu ratusan mahasiswa yang rata-rata bertanya, “Bagaimana cara untuk mencari tahu apa passion-nya?” Ada banyak orang yang lebih ahli dari saya untuk menjawab pertanyaan ini, tapi bagi saya simple aja; saya biasanya akan balik bertanya, “Apa makanan yang kamu suka, apa makanan yang kamu ngga suka?” Biasanya mereka yang ditanya demikian akan dengan mudahnya menjawab, “Saya suka masakan Padang, saya ngga suka pete” dan sebagainya.

Kenapa saya tanya demikian? Sebagai manusia, kita memiliki instinct yang akan ngasih tahu kita apa yang kita sukain dan apa yang ngga kita sukain. Instinct sendiri akan berkembang dan terasah dari waktu ke waktu, dari apa yang kita alami. Nah, passion sendiri adalah sebuah kata yang masih dianggap ‘tinggi’, jadi kalau boleh saya ‘rendahkan’ di sini, passion itu sebenarnya = sesuatu yang kita cintai.

Gini deh contoh sederhananya. Misal, waktu kamu SMA, kamu suka ngobrol di kelas, ngga canggung untuk ngomong di depan kelas, ngga takut untuk kenalan sama orang baru, sering berhasil ngajak teman untuk pergi bareng, dan sebagainya.  Apa kira-kira jurusan yang bisa kamu ambil di kuliah yang sesuai dengan passion kamu? Mungkin jurusan Manajemen Pemasaran, Manajemen Komunikasi, Hubungan Masyarakat. Apa kira-kira karir yang bisa kamu ambil? Mungkin Sales, Marketing, PR...
Sekali lagi, contoh di atas adalah contoh sederhana. Tapi menurut saya, memang sesederhana itu koq untuk ‘nauin’ apa sebenernya passion kita. Buat kamu yang masih mau cari tahu apa passion kamu, coba deh merenung 5 menit. Tanya ke dirimu, apa yang kamu suka. Dari situ, coba sambungin ke pekerjaan yang kamu tahu; ada Sales, Marketing, Akunting, Penyanyi, Pelukis, Politik, Guru/Dosen, Psikologi, PR, Komunikasi, Keuangan, dll.

Daripada kamu mencoba 1,000 jenis pekerjaan satu per satu untuk mencari tahu kamu ‘cocoknya’ dimana dan buang waktu, mending kamu merenung dan benar-benar cari tahu apa yang kamu sukai dengan menanya ke dirimu sendiri, ukur kemampuan dirimu (kalau kurang mampu, belajar semaksimal mungkin; semakin kita belajar, semakin kita menjadi lebih baik...jadi jangan takut untuk ngga mampu melakukan apa yang kamu sukai), dan...just Do what you love!
Billy Boen


Chief Executive Officer – PT Jakarta International Management
Author & Host Radio Show “Young On Top”

Jadi, apa sih passion kamu?
(baca juga tiny buddha buat tips-tips terkait)

"Only you who can decide whether your life is exciting or not" 
~Billy Boen
 
Photobucket

11 Kicauan:

{ wina.pratami } on: December 12, 2010 at 9:14 AM said...

rizka, it was awesome, keren!
:D
dan yang paling penting adalah syukurin apa yang ada dan apa yang dikasih tuhan buat kita, dengan rasa bersyukur itulah kita bisa menjalani hidup yang begitu indah ini :)

{ riska } on: December 13, 2010 at 3:42 AM said...

waw
iya ya, kadang suka lupa sama passion, trus ngerjain sesuatu terpaksa-terpaksa doang..
inspired :)

{ ninit } on: December 13, 2010 at 5:30 AM said...

banyak temen yg gak seberuntung tulisan di atas, alias ortunya memaksakan sekolah/pekerjaan anaknya, dgn anggapan "ini lebih baik buatmu", padahal tiap anak bisa mencari tahu sendiri cocok di bidang apa.

contoh diriku, milih sendiri, gak cocok sendiri, tapi gak protes. semuanya pengalaman. dan setelah belajar lagi utk bidang yg baru, skrg aku suka di tempat yg baru :) bukan tidak mungkin besok2 aku berubah lagi :D

ps: kalo mau tau passion, lihat rapot tk! =))

{ thisisrizka } on: December 13, 2010 at 11:14 PM said...

Wina: iya Win, dengan bersyukur, kita jadi nggak iri-irian sama kemampuan orang lain, jadi lebih menghargai kemampuan diri, dan mengasahnya lebih dalam. Syukuri, dan tekuni.. *halah

Riska: iya banget Ris! yang terpaksa-terpaksa itu tuh musti dikurangin.

Mba Ninit: bener mba, kalau milih sendiri, secara nggak langsung, mau nggak mau, kita harus bertanggungjawab sama jalan yang kita ambil. Aku juga masih suka berubah-ubah sampe sekarang, hehehe.. *labil* :D

rapot tk-ku kemana ya?

{ asop } on: December 14, 2010 at 4:53 AM said...

...passion saya...
Semoga benar yang saya lakukan adalah passion saya. :)

{ riska } on: December 14, 2010 at 6:06 AM said...

aku kuliah udah sesuai sama passion, tapi kadang masih aja ga bisa enjoy kalo ke-rempongan tugas. itu mah labil dan malas ya? hahahaha
intinya bener ya kata wina.pratami= bersyukur. bersyukur aku bisa kuliah yang sesuai sama passion, tinggal dinikmatin aja :)
seneng ih seneeeng makasih ya rizkaa (dan semua :D!)

{ thisisrizka } on: December 14, 2010 at 8:55 AM said...

@asop: amiin, amiin.. :)

@Riska:hihihi, bener Ris, nikmatin aja. Kalaupun terlanjur salah jalan, jalanin aja, nanti juga ketemu sendiri. :)

{ Bibi Titi Teliti } on: December 14, 2010 at 9:03 AM said...

*langsung mikir kesukaanku apa*

ehm...aku sih suka nonton drama korea sih Riz..
Nah lho...harus belajar basa Korea kah???
Biar jadi artis...hihihi...

Mudah mudahan aja passion kita bisa disesuaikan dengan realitas...

Sampai sejauh ini mah...aku berusaha menemukan passion yang cocok untuk mengurus kedua bocah dirumah ku :) jadi emak emak maksudnya:)

{ cucuharis } on: December 14, 2010 at 6:38 PM said...

saya emang pasnya jadi pengusaha yang penulis
mohon doanya ya :)

{ fety } on: December 17, 2010 at 1:56 AM said...

wah, benar bgt tuh. Karena passion yang mampu mengalahkan kejenuhan kita.

{ thisisrizka } on: December 17, 2010 at 3:18 AM said...

@Bibi Titi:hehehe, wah totalitas itu dong! Semoga jadi emak-emak teladan! amiin.. ;)

@Cucuharis: didoain, amiin, amiin, amiin.. :)

@Fety: bener banget, setiap kali inget passion, jadi inget umur.. kayaknya perlu bikin bucket list nih.. ;P

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger