Characters

/ Saturday, October 16, 2010 /

Ini ilustrasi dari Quentin Blake, seorang ilustrator buku-bukunya Roald Dahl. Saya suka cerita-cerita Roald Dahl. Jujur, sejak kecil, saya kurang suka bahasa buku-buku anak-anak yang terkesan menggurui. Tapi Roald Dahl berbeda. Beliau menyampaikan segala macam ceritanya lewat imajinasi yang tidak biasa, memberikan pelajaran hidup melalui kata-kata yang menyenangkan, sederhana, mudah diserap anak-anak, dan tentunya, tidak menggurui atau terkesan terlalu menasehati.



Saya juga suka ilustrasi Quentin Blake. Simpel, berantakan, tapi berkarakter. Saya lebih suka gambar-gambar semacam ini, ketimbang manga. Maaf, tapi entah mengapa, saya tidak menemukan karakter dalam gambar manga. Setiap kali saya melihat gambar manga, saya nggak bisa langsung mengenali siapakah yang menggambar (kecuali dalam komik-komik tertentu). 

Berbeda dengan gambar Quentin Blake, atau misalnya, Alberto Cerriteno. Saya yakin, kamu hanya butuh satu kali melihat gambarnya, dan selanjutnya kamu akan dengan mudah mengenali gambarnya. Ya, seperti penyanyi. Dengan memejamkan mata sekalipun, kamu tetap bisa mengenali suara seorang penyanyi yang berkarakter. 

Saya yakin, untuk menggambar, kamu nggak perlu punya bakat, nggak perlu jadi ahli. Nggak juga harus seperti gambar Jepang atau manga. Manga memang bagus. Tapi dengan meniru manga, kamu nggak menemukan karakter gambarmu sendiri.. (maaf, saya nggak ingin menyinggung kawan-kawan yang jago menggambar manga kok, sungguh, saya cuman pengen menyemangati  kawan-kawan yang bergambar non-manga)

Pertama kali saya nggambar, saya selalu bilang gambar saya jelek. Berantakan. "Saya ingin gambar yang seperti manga," begitu pikir saya waktu itu. Sampai akhirnya saya sadar, sekeras apapun saya berusaha, gambar saya nggak bisa selurus-serapih-sesimetris gambar manga. Oke, mungkin saya kurang berusaha. Tapi, semakin saya berusaha, saya semakin sadar, "Ini bukan gambar saya. Saya hanya meniru."

Benny dan Mice dalam seminarnya di Unpad sekitar tahun 2008 lalu, pernah bilang, "Kami nggak bisa ngajarin gimana caranya nggambar. Ya ngalir aja. Kalau diminta buat ngajarin gambar, kami juga nggak ngerti."

Ya, gambar itu masalah hati. Mood. Tangan. Tangan-tangan dan jari yang berdansa. Berdansa di atas kertas.

Tapi...
Saya yakin kalau semua orang bisa nggambar. Semua orang punya gayanya sendiri. Gambarku, gambarku. Gambarmu, gambarmu. Kalau kamu pilih manga,  sementara saya tidak, ya mangga.. Soal bagus atau nggaknya, itu relatif. Kamu boleh bilang gambar Quentin Blake jelek. Tapi buat saya, gambarnya bagus dan unik. Orang boleh bilang Mariana Renata cantik, sementara saya berpendapat bahwa ibu saya jauh lebih cantik. Seleraku dan seleramu nggak harus sama tho?

Oke, saya memang bukan orang yang ahli gambar. Saya juga nggak bermaksud untuk menjadi kritikus atau semacamnya. Saya cuman orang awam yang ingin menyampaikan pendapat.

Saya cuman orang yang penuh tanda tanya.. *halah, lebay ah!*

Jadi, seperti ilustrasi di atas, meskipun gambar kita jelek, nggak kemanga-manga-an, jika kita percaya dan pede kalau gambar kita bagus, lambat laun keindahan gambarmu akan terpancar dengan sendirinya. Kenapa? Karena setiap kali kamu menggambar, kamu yakin, kemampuan gambar kamu akan terasah, akan semakin bagus, tanpa harus menunggu orang memujinya.

Quote kita kali ini adalah:

If you keep your good thoughts of your own self, good things will bloom like flowers, and no matter who you are, where you're from, how you look like, your own good characters will follow then.
Photobucket

8 Kicauan:

{ Silmi Sabila } on: October 16, 2010 at 8:33 PM said...

Saya juga sangat suka buku-buku Roald Dahl dan ilustrasi Quentin Blake. Tos! [?]

{ Rizka Amalia (Ica) } on: October 16, 2010 at 9:05 PM said...

aih, kebetulan banget!

tos balik ah :)

{ Aldriana A. Amir } on: October 20, 2010 at 10:00 PM said...

ahhh.. Ica, tulisannya bikin aku bersemangat untuk menggambar deh! :D

setuju! itu masalah selera. aku suka bgt sama ilustrasi QB yg berantakan garisnya, hehe. atau gambar yg jelek tp bagus, ah.. apa ya istilahnya itu.. kayak gamabr anak2 gitu loh.. :D

kita bisa mengenali gambar seseorang hanya lewat tarikan garis tanganya ya! ;)

{ Rizka Amalia (Ica) } on: October 22, 2010 at 12:27 AM said...

bener banget mbak, itu semua soal selera..

sama kayak bentuk tulisan, gambar juga gitu ya mbak.. :P

{ ninit } on: October 22, 2010 at 4:01 AM said...

setuju! komik gak berarti manga!
suka sama gambar2mu ca.. kan gak mleyot2.. biarpun curvy tapi lutjuuu

{ Rizka Amalia (Ica) } on: October 22, 2010 at 4:38 AM said...

hehehe.. makasih mbak ninit! *terharu :P

Anonymous on: April 26, 2011 at 3:27 AM said...

Emang.. manga hanya menampilkan kebagusan gambar, tapi bukan karakter si tokoh, bahkan karakter si pembuat gambar itu sendiri.. btw, saya suka sama gambar-gambar doyok, ali oncom dkk (meskipun saya terlatih menggambar manga).

{ thisisrizka } on: April 26, 2011 at 9:51 AM said...

sebenernya saya juga pengen tahu loh, kenapa semua gambar manga terkesan sama/serupa.. wah, suka baca ali oncom sama doyok juga? yang di koran pos kota ya? (yaah, ketahuan deh) saya juga suka baca soalnya..hohoho..makasih udah mampir ya!

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger