Toko yang menjual suami

/ Thursday, August 19, 2010 /

Perfectionism is like a double-edged sword--it cuts both ways. Perfectionists often don't realize that they are hurting themselves by their own actions. Perfectionism is a duel with oneself, the ultimate "no-win" situation.(source)



Postingan saya kali ini mengutip notes seorang teman tentang manusia yang nggak pernah puas -manusia yang terlalu perfeksionis. Pertama-tama, saya ucapkan terimakasih buat Mas Suchas,  yang notesnya menginspirasi saya. Bahkan, saking terinspirasinya, saya sampai-sampai mengkopi semua isi notesnya, hihihi.. Oke deh, langsung aja dibaca yaah.. ^,^


Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New York dimana wanita dapat memilih suami.

Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.

“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI”

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami.
 
Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko..Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tersebut untuk mencari suami..

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan

Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil

Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,
senang anak kecil dan cakep banget.

” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan

Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,
senang anak kecil,cakep banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada lelaki di lantai ini.Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.

Terima kasih telah berbelanja di toko “Suami”.
Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari ini menyenangkan untuk Anda.

 

Jadi teman-temanku..belajarlah untuk menerima kenyataan kalau nggak ada satu manusia manapun yang sempurna -termasuk saya dan kamu. Jadi, ketika kita sadar bahwa nggak ada satupun dari kita yang sempurna, masih pantaskah kita memaksakan sesuatu yang sempurna? Nah, notes ini semata-mata saya salin di blog ini, buat menyadarkan kita yang nggak pernah merasa puas. Buat saya sih, notes ini menyadarkan saya akan pentingnya bersyukur atas sekecil apapun pemberian Tuhan. Karena apapun wujudnya, pasti itulah yang terbaik untuk kita. Psst, ini bukan cuman soal cowok loh. :P



Jadi...being perfectionist is fine, but being grateful of every single things is soooo much better.

Dengan bersyukur, segala sesuatu bakalan terasa lebih positif loh.
Trust me, it works! *gaya iklan L-Men*
Photobucket

5 Kicauan:

{ ratu rikfi ismuha } on: August 25, 2010 at 10:56 AM said...

nice post, cha so inspring hehehe....

{ ratu rikfi ismuha } on: August 25, 2010 at 10:57 AM said...

oh iyah cha kamu harus baca juga soal tulisan aku yang aku copy cut dari orang. labelnya CERITA. itu bagus deh..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: August 26, 2010 at 9:08 AM said...

udah aku cekidot Fi, malah udah aku komenin tuuh..

makasih udah dishare yaa.. ^,^

{ ninit } on: October 22, 2010 at 4:31 AM said...

jeng.. pengalamanku ke lantai 4 dulu, 3, 2, 1, baru 5. jadilah di lantai 5 langsung kusamber hihihi

{ Rizka Amalia (Ica) } on: October 22, 2010 at 4:44 AM said...

hihihi, Mas Reyhan masuk kategori penghuni lantai 5 dong ya? selamat yaa, kalau nunggu sampai lantai 6, malah nggak dapet-dapet.. :P

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger