Sorry, I can't be perfect

/ Friday, August 20, 2010 /

Wah, kayaknya akhir-akhir ini saya lagi demen ngepost tema yang bersambung deh, hehehe. Habisnya, saya penasaran banget sama orang-orang yang perfeksionis..*halah! Tenang, tenang, postingan saya nggak bakalan sepanjang episode Cinta Fitri kok.

Oke, langsung aja lah ya.. Apa sih perfeksionis itu?
Perfeksionis adalah orang yang selalu pengen jadi nomor satu, bahkan mereka sampe-sampe nggak ngebolehin dirinya sendiri buat bikin kesalahan. Mereka nggak suka kalau dia (atau orang lain) ada yang berbuat kesalahan -sekecil apapun itu.

Ada sebagian orang yang menyamakan antara perfeksionis dengan striving for excellence (berjuang demi mencapai yang terbaik). Padahal, keduanya berbeda. Berbeda jauuuh.. Orang yang berusaha demi yang terbaik alias high achiever (selanjutnya disebut orang tipe 1) akan menempuh jalan yang 'sehat' (dalam artian, jalan yang sewajarnya, normal, nggak berlebihan), mereka melakukan yang terbaik, tapi nggak ngoyo alias memaksakan diri. Sementara itu, orang yang perfeksionis (selanjutnya disebut orang tipe 2), justru terdorong oleh rasa ragu akan diri sendiri, kekhawatiran akan penolakan hasil kerjanya. Jadi, perbedaan antara keduanya adalah: jika si tipe 1 tadi has a drive, sementara perfeksionis, alias si tipe 2, justru is driven

Berikut perbedaan inti antara orang tipe 1 dan 2:
  1. Pada dasarnya, tipe 1 sama kayak tipe 2, sama-sama pengen jadi orang yang lebih baik dan mencapai hal-hal (misalnya: prestasi) yang terbaik. Bedanya, tipe 1 menerima adanya kesalahan. Buat mereka, kesalahan itu wajar, lah wong dhewek menungsa kok (lah kan kita juga manusia). Kesalahan adalah sebagian dari proses pencapaian, kesalahan juga sebagian dari iman, eh salah, maksud saya, sebagian dari proses menuju keberhasilan. :P
  2. Kamu bisa jadi high achiever tanpa perlu jadi perfeksionis kok -kuncinya ada di kamu sendiri loh: gimana cara kamu ngendaliin emosi kamu. Caranya:
  • Menetapkan standar, tapi nggak terlalu muluk. Masih achievable.
  • Menikmati proses, jangan fokus berlebihan sama hasilnya. Jadikan perkerjaan sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan beban.
  • Gampang bangkit dari rasa sedih dan kecewa. Gagal? Coba lagi.
  • Nggak dikendalikan sama rasa takut gagal dan kecemasan. Takut itu wajar -semua orang juga ngalamin hal yang sama. Masalahnya, gimana caranya kita ngendaliin rasa takut tadi.
  • Melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan belajar.
  • Meyakini bahwa, terkadang ketidaksempurnaan justru menjadi keunikan kita. Misalnya, gaya menggambar saya yang cenderung tidak beraturan justru membedakan gambar saya dengan yang lain; cewek yang bergingsul kadang malah jadi manis, setelah dikawat manisnya malah hilang.. *halah!
  • Menanggapi sesuatu dengan positif. Misalnya, temen kita ngerjain tugas kelompok, dia udah berusaha, tapi hasilnya nggak sebagus yang kita harapkan. Yaa..jangan negatif dulu lah, bisa saja mereka cuman mampunya segitu, dan mereka sama sekali nggak bermaksud untuk mengecewakan kita. Kecuali, kalau mereka emang cuman nampang nama doang, alias nggak ngerjain sama sekali..hihihi.. :)

Bingung? Apakah kamu termasuk tipe 1 (high achiever) atau tipe 2 (perfectionist)? Silahkan kamu baca penyebab dan ciri-ciri orang yang perfeksionis:
  1. Rasa takut salah, dan takut ditolak. Udah jelas lah ya..
  2. Khawatir akan kesuksesan. Dia merasa kalau kesuksesan adalah suatu hal yang harus dicapai, dipertahankan -kapanpun, dan bagaimanapun keadaannya. Kekhawatiran kayak gini bakalan jadi masalah buat dirinya sendiri. Karenanya, kesuksesan malahan jadi beban pikiran mereka.
  3. Penghargaan diri yang rendah. Orang yang perfeksionis memandang bahwa mereka butuh dihargai, diperhatiin dan diterima orang lain. Buat mereka, penghargaan cuman bisa didapat dari orang lain, jadi..mereka cenderung fokus sama gimana caranya mendapat pujian atau penghargaan atas usaha mereka dari orang lain. Mereka nggak mengira kalau untuk dihargai orang lain, mereka harus belajar menghargai diri sendiri dan orang lain..yaa, timbal balik gitu deh. Akibatnya, kebanyakan dari mereka nggak punya temen deket, soalnya terlalu terfokus sama diri sendiri sih. :P
  4. Semuanya hitam dan putih, nggak ada yang abu-abu -yang ada cuman salah atau benar. Mereka berpikir kalau dirinya harus memproduksi output yang sempurna setiap saat. Bagi mereka, sia-sia aja kalau hasilnya nggak sempurna. Padahal, ada saatnya kita belajar dari pengalaman, ada saatnya kita salah. Thomas Alfa Edison aja musti ngebikin ratusan lampu sebelum dia berhasil menyalakan lampu pertamanya.. Jadi, nggak ada pengalaman yang sia-sia. ;)
  5. Tekad yang berlebihan. Orang yang perfeksionis percaya bahwa mereka pasti bisa mengatasi semua halangan yang ada demi mencapai kesuksesan. Oke, keyakinan semacam ini memang bagus, dan ini juga dimiliki oleh orang tipe 1. Bedanya, tipe 2 terlalu fokus sama hasil, dan nggak menikmati prosesnya. Si tipe 2 ini juga terlalu mengejar target, sampe akhirnya targetnya tadi mengakibatkan kecemasan berlebihan. Yah, kebanyakan dari mereka jadi terlalu obsesif, fokus ke detail secara berlebihan.
Jadi, setelah ngelihat ciri-ciri barusan, kamu perlu hati-hati dalam menyikapi sikap 'terlalu ingin sempurna' tadi. Sama kayak postingan sebelumnya, nggak ada manusia yang sempurna. Kita bukan Tuhan. Jadi, lakukan yang terbaik, dan biarkan Tuhan menentukan. :)

Akhirnyaaa, quote kita hari ini adalah:


A perfectionist is someone who finishes the backside of a drawer, which I consider completely unnecessary.


NB: Oh ya, postingan saya ini diambil dari sebuah artikel di sini, ditambah-tambahin dikit sama pendapat saya juga siiih.. :P
Photobucket

2 Kicauan:

{ blogwalker } on: August 22, 2010 at 9:12 AM said...

hahaha begitu yah.. huah.. aku aja gak tau tergolong yang mana.. mungkin yang pertama bisa.. yah harus merubah pandangan hidup ke depan.. jgn terlalu prefeksionis yah.. hahaha tapi terkadang manusia juga gitu kok ca.. pengen segalanya prefect. tapi kadang juga nggak..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: August 22, 2010 at 10:46 AM said...

yah, kalau lagi semangat, pengennya yg perfect, kalau lg nggak, ya nggak perfect-perfect amat nggak masalah. hihihi, semangatnya hangat-hangat tahi ayam ya?

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger