Makan Malam di Braga Permai

/ Monday, August 02, 2010 /
Sambungannya nih.. :P

Setelah dari Bebek Garang, kami pun berjalan menuju ke Jalan Braga dan Jalan Cikapundung (tempat Semarak Bandung tadi). Pas nyampe sana, jalanan udah rame banget. Banyak orang lalu-lalang, belanja-belanji, nonton performance band, ngeliat sepedah-sepedah tuaah *apa sih*, atau sekedar berfoto. 

 

Karena masih siang, kami pikir, seru juga kali ya kalau masuk ke Museum KAA dulu. Jadilah, kami masuk ke sana. Biaya masuknya? Nggak ada, gratis! Kami cuman bayar Rp.1000 buat nitipin barang.

Selama di dalam Museum, kami (tentu saja) berfoto-foto. Setelah puas foto-foto, kami pun keluar dari Museum dan nongkrong di depan Gedung Merdeka, buat nungguin video mapping yang berjudul Nyala Merdeka. Ah, karena saat itu masih sekitar jam 7 malam, dan perut kami sudah keroncongan lagi, kami pun jalan kaki ke Braga. Awalnya kami nggak ada yang berencana buat mampir ke Braga Permai (bangunannya agak tertutup gitu, kesannya makanannya mahal-mahal dan nggak terjangkau mahasiswa kayak kami)..tapi, setelah membaca daftar menu yang dipajang di pinggir trotoar (yang ternyata harganya gak semahal yang dibayangkan), kami pun memberanikan diri masuk ke dalam.

Kesan pertama yang saya dapet adalah: pelayannya rata-rata sudah separuh baya. Eits, jangan main-main loh! Justru itu, pelayanan di sini bagus banget. Saya dan Iren serasa jadi putri semalam deh! Ahahaha.. :P

Kesan kedua: harga makanannya gak semahal yang kami bayangin. Setidaknya harga es krim di sini jauuh lebih murah ketimbang di Rasa.

Kesan ketiga: dengan harga yang nggak mahal dan rasa makanan yang enak, kenapa tempat ini sepi banget ya? Pas kami dateng, memang ada sebagian orang yang makan di meja luar ruangan, tapi...di dalam ruangan,  nggak ada orang lain selain kami berdua. Hmm.. pas Iren nanya ke kasir, ternyata di sini nerima delivery service dengan jumlah pesanan tertentu. Wah, mungkin juga orang-orang lebih banyak yang pesan antar ketimbang makan di tempat ya..

Kesan keempat: kami pikir, suasana tempat ini cocok banget buat kencan romantis dengan budget terbatas, ahahaha... Suatu saat nanti kami perlu mampir ke sini lagi deh!

Sambil menunggu pesanan kami, saya sempet ngefoto interior Braga Permai (meskipun sedikit). Berikut suasana di dalam ruangannya:

 
Kue-kue dan coklat yang dijual di sini

 

Aiiih, saya yakin kamu pasti penasaran kan sama menu yang kami bikin kami jatuh cinta sama Braga Permai? Ini dia menu yang kami pesan:

Yang dipesen sama Iren:

 Sweet corn with almond (Rp. 10.000)
Kata Iren, cream soup asparagusnya juga ok.

Pizza Bolognaise delapan potong! (Rp. 16.500 saja) Ini pizza paling murah di sini, dan ternyata meskipun harganya murah, rasanya nggak murahan! Pizzanya enak, tipis dan krispi, tapi toppingnya tetep penuh! Recommended deh!


Menu yang saya pesan:

 Es krim ini namanya Plombier Special, terdiri dari tiga rasa: coklat, mocca, stroberi. (Rp. 13.000)

 
Fettuchine con salsa, rasa tuna dan tomatnya enaaak! Eits, jangan tertipu kemasan ya, meskipun porsinya kecil, saya kekenyangan loh! (Rp.12.000)

Nah, setelah dari Braga Permai ini, kami langsung cabut ke Gedung Merdeka.. Hey, video mapping-nya bentar lagi mulai Rent! Maka, bergegaslah kami keluar dari rumah makan ini. Amboi, betapa permainya hati kami hari itu! *lebay*

Photobucket

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger