Wisata kuliner

/ Saturday, July 10, 2010 /
Tanggal 10 kemarin, saya dan beberapa teman saya jalan-jalan ke Bandung. Rencana awalnya sih mau wisata kuliner di rumah makan Sumber Hidangan Braga, tapi, ternyata kalau libur dan hari minggu, rumah makannya tutup, hiks. Agak susah sih menyadari kalau rumah makan ini tutup, habisnya, tokonya gak ada plang nama toko atau sejenisnya. Kalau saya nggak inget nomor rumah dan tanya ke pelukis sekitar Braga, saya masih nggak percaya kalau toko ini tutup. Menyedihkan, padahal sebelumnya saya udah nyoba telfon, ealah, nggak ada yg ngangkat. Nah, berhubung udah terlajur ke Braga, kami sekalian aja foto-foto (dan jalan kaki, tentunya) di sekitar situ. 

Setelah puas berfoto-foto, kami memutuskan untuk makan es krim di Rasa Bakery and Cafe di jalan Tamblong. Hehehe, berhubung di antara kami nggak ada yang tahu jalan, kami memilih jalan kaki. Selain lebih aman, jalan kaki juga lebih sehat dan hemat loh! *ngeles* Nah, sesampainya di Rasa, kami agak tercengang karena cafenya rame banget. Meja yang kami incer ada yang udah direserved. Setelah memilih tempat duduk, kami pun memilih es krim kami satu persatu. Whoaaa, pas ngeliat menunya, kami terkaget-kaget karena harganya cukup mahal. Untuk es krimnya, mereka membanderol dengan harga Rp.15.000 (itu es krim khusus anak-anak) sampai 22.500-an (dua-duanya belum termasuk pajak). Makanan asing yang mereka jual hanyalah sandwich, spaghetti, dan konco-konconya, sementara makanan lokalnya hanya sedikit, seperti gado-gado, soto, dan sejenisnya. Karena saya sengaja mengosongkan perut dari kostan, saya tertarik untuk melirik menu makanan berat tadi. Tapi...ealaah, makanan lokalnya juga gak kalah mahal bo! Bahkan gado-gado aja harganya Rp.20.000! Kata temen saya, "Gado-gadonya pake sayur sekilo kali ya!"

Karena keterbatasan kantung, kami pun memutuskan untuk makan es krim saja, dan melanjutkan makan berat di Mie Naripan. Beberapa es krim yang kami pesan adalah:
Yang ini pesenan saya, namanya Banana Royal. harganya Rp.22.000 (udah termasuk pajak 10%). Isinya potongan2 pisang ambon yg dikasih saus coklat, ada empat scoop es krim, satu rasa vanilla, satu kelapa, dan dua rasa krim (?). dibandingkan sama yg lain, yg ini relatif lebih gede. Ehm pisangnya agak kurang matang, dan saya bakalan lebih suka kalau dua scoop es krim rasa krimnya itu diganti sama rasa vanilla aja. So far, enak kok, tapi harganya gak enak. :)
Yang ini pesenan teman saya Dina dan Clara. Namanya Mont Blanc, harganya Rp.22.500 (belum ditambah pajak 10%). Isinya es krim mocca, es krim vanilla, kue idah kucing,  whipped cream, plus bendera pemanis *halah* Kata temen saya, whipped creamnya lembut banget. Kalau sepanjang penyicipan saya sih, es krim ini termasuk yang paling enak ketimbang es krim yang lain, rasa moccanya ngena banget! Cuman kayaknya bakalan lebih lengkap kalau dikasih kacang sih. :P
 Ini es krim pesenan Iren, es krim yang bisa saya bilang namanya paling catchy: Hawaiian Love Story. Harganya? Sama mahalnya. Isinya? Satu scoop es krim warna ijo yang saya sendiri susah memastikan ini rasa apa, es krim vanilla, beberapa buah cocktail, disertai taburan kacang. Oh ya, itu yang memanjang apa ya, sejenis kue semprong? Ah saya nggak nyicip banyak-banyak sih *ngarep* Ealah, nyaris ketinggalan, wadah es krimnya juga unik, pake buah nanas yang dibelah dua. Sayangnya, buah nanasnya nggak dikerok, jadi kalau habis makan es krimnya, kita diberitugas untuk mengerok sendiri nanasnya..wekeke..
 Es krim ini pesenan Wida, namanya Alexander Cocktail, harganya Rp.22.000 (udah termasuk pajak), es krimnya vanilla juga, ada es krim moccanya juga. Yang paling enak dari es krim ini adalah cocktailnya. Es krim ini es krim paling seger dari semua es krim yang kami coba. ^,^
 Es krim yang sempet menggoda saya adalah es krim pilihan Anto, namanya Belgian Waffle. Harganya sama menusuknya. Ternyata pas dicobain, ya rasanya biasa aja, es krim vanilla gitu, cuman ditumpuk di atas waffle. Es krim lain yang kami pesen di antaranya: Sleeping White yang dipesan Ghea dan Black and Beauty yang dipesan Douglas. Jangan pernah coba Sleeping White, karena selain isinya lebih sedikit, isinya juga cuman es krim vanilla polos tanpa apa-apa. Black and Beauty ternyata nyaris bernasib serupa, cuman bedanya, es krim ini ditambahin brownies aja.

Kesimpulannya, es krim di Rasa lumayan enak sih, cuman harganya itu loooh.. Sebagai oleh-oleh, kami tak lupa berfoto dulu di depan bangunannya.
Setelah cabut dari Rasa, kami kelaperan. Kemudian kami jalan kaki ke jalan Naripan, muter-muter nyariin mie Naripan. Anto sempet ngasal ngeliat warung mie Kocok lain terus berkesimpulan kalau itu warung Mie Naripan. Hehehe..untung warungnya tutup. Kami pun nanya-nanya ke orang sekitar, ealah, ternyata tempatnya cukup jauh dari tempat kami jalan. Akhirnya kami naik angkot ijo (jurusannya apa ya, lupa :P), dan di kanan jalan, tampaklah Mie Naripan yang tersohor itu.

Setibanya kami di Mie Naripan, kami langsung kebingungan dan kepanasan. Sumpah ya,  Mie Naripan ini rame banget deh ah! Mana ruangannya cukup pendek, penuh, dan panas karena keringet dan uap masakan. Kami sempet berdiri karena nggak kebagian tempat duduk. Dan tidak seperti yang kami duga, tempat makan ini ternyata merupakan tempat langganan penduduk keturunan China. Alhasil, kami agak sulit memastikan, mana menu yang halal, dan mana yang nggak. Untungnya, di daftar menunya, dibedakan antara menu yang mengandung babi dan tidak mengandung babi. Cara membedakannya adalah: makanan yang halal biasanya ditambahi kata sapi atau ayam di belakangnya. Nah, syukurlah di sini juga ditulis, kalau pangsit goreng dan kuahnya juga nggak bisa dimakan orang Muslim (mungkin digoreng pake minyak babi). Kesimpulannya, mie yang aman dimakan di sini hanyalah Mie Yamin Manis/ Asin Baso Sapi (soalnya kami semua pesen mie itu semua, kecuali Clara). Ini dia penampakan mie yamin manis dan mie pangsit kuahnya:
Pas dicicipin, ealah, nggak salah deh orang-orang nyerbu tempat makan ini! Rasa mie yaminnya enak banget, bakso sapinya juga enak! Oh ya, salah satu hal yang bikin kami serem di sini cuman aktivitas kasirnya yang agak menyeramkan. Kasir satu ini, yang kebetulan cewek, hobi banget teriak-teriak dan  ngebentak-bentak (ngebentak karyawannya tentu saja). "Itu meja tiga, meja tiga! Meja tiga  dibersihin, ada yang mau duduk!" Hahaha, terang aja kami nggak enak, orang posisi duduk kami tepat di depan kasir! Oh ya, harganya ternyata cukup mahal, Rp.21.000 untuk mie yamin asin, Rp.13.000 untuk es jeruk, Rp. 8.000 untuk teh botol dingin! Hiks, hiks. Sebenernya kalau saya tahu, saya bakalan lebih memilih buat minum teh tawar panas yang disediain gratisan! Oh ya, Mie Yamin ini ternyata banyak cabangnya, jadi kalau kamu mau makan Mie Naripan, nggak perlu jauh-jauh ke Naripan seperti saya *halah*, soalnya di Riau Junction ada cabangnya. Eh, tapi kalau kamu penasaran sama tempat aseli dan kasirnya yang scary, ke sini aja.. :P

Seperti biasanya, sebelum kita cabut dari Mie Yamin, kami berfoto-ria di depan bangunannya. ^,^

Pulangnya, karena agak malam, kami memutuskan untuk ke Madtari. Ternyata eh ternyata, Madtari udah pindah, dan parahnya di tempat lamanya dulu, dibikin juga tempat makan sejenis yang dikasih nama Matahari. Ah menipu! Untungnya di depan ada dua anak muda yang ngebagiin brosur tempat baru Madtari. Ini dia kalau yang mau ke Madtari baru:
Karena tempat baru Madtari ini cukup jauh dan kami udah cukup kelelahan, kami pun memutuskan makan di Matahari. Beberapa roti dan minuman pun kami pesan, tapi...saya peringatkan, mereka nggak menyajikan menu seenak Madtari. Meskipun saya belum pernah nyobain Madtari, saya yakin banget Madtari jauh lebih enak daripada yang ini! Saya pesan bajigur dan roti telur keju, dan ternyata pas rotinya saya makan, kejunya jelas bukan keju  Keraft dan bajigurnya nggak enak sama sekali! Teman saya, Wida, memesan Nutriserong, ealah dikasihnya malah bukan Nutriserong. "Jelas banget ini bukan Nutriserong! Jangan-jangan ini Marimar!," begitu protes Wida. 

Setelah kelelahan, kamipun pulang dengan aman di Jatinangor sekitar pukul setengah sepuluh malam. Jadi, beginilah wisata kuliner kami malam minggu kemarin. Ada saran tempat makan yang beda tapi murmer (murah meriah)?


Photobucket

4 Kicauan:

{ Wida Wulasari } on: July 11, 2010 at 12:10 AM said...

ah, aku sungguh kesal dengan nutriserong itu, masa rasanya kayak marimar sama sirop BCA rasa jeruk coba, ihh... beteh yaa.. hehehe..
afterall, im sooo happy yesterday, gracias amigos :*

{ Rizka Amalia (Ica) } on: July 11, 2010 at 4:18 AM said...

ahaha, I was so happy too! :D

{ ratu rikfi } on: July 11, 2010 at 8:44 AM said...

kalian emang makan di matahari yang depan boromeus itu bukan?
di dipatiukur madtari kan ada dua, selain didepan boromeus juga di belakang masjid unpad DU.

{ Rizka Amalia (Ica) } on: July 13, 2010 at 11:28 AM said...

wah iya ya Fi? wokelah nanti dicoba, makasih ya inponyaaa.. :D

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger