Antara aku dan gambarku

/ Wednesday, June 30, 2010 /
Halo, jujur, saya bingung mau nulis apa kali ini. Tapi..kemarin, seorang teman ceting saya mengungkapkan satu hal (yang mungkin sudah banyak dan berulangkali saya dengar, tapi saya abaikan). Ya, saya mencoba menyerapi kata-katanya, tapi ketika malam harinya saya tidur, kata-kata itu lenyap bersama mimpi-mimpi. Dan bisa ditebak, pagi harinya, saya lupa akan kata-kata itu (atau berusaha melupakan? saya nggak tahu). Sayang sekali, tadi sore, Ibu saya menelfon, dan Beliau mengatakan hal yang senada dengan kata-kata teman saya tadi. Sekejap, saya terpaksa flashback ke memory semester 4 atau 5 (saya lupa lagi), ketika di kelas (saya lupa pas mata kuliah apa), dua teman saya minta digambarin tokoh anjing dan beruang. Tiga orang teman saya itu berkata, aah..kata-kata yang sangat menghibur, dan jujur, agak melambungkan saya meskipun hanya sejenak. "Aku suka gambar kamu Ca, beda sama gambar orang-orang yang lain." Saya cuman bisa tersenyum sambil mengucap terimakasih, "Makasih ya, tapi gambarku ini nggak seberapa kok, masih bagusan gambarnya si Cecep sama si Jajang (bukan nama sebenarnya)." Lalu salah satu dari mereka, yang boleh dibilang sangat jaraaaang bicara dengan saya, berkata, "Tapi gaya kamu beda Ca, ya, gambar mereka emang bagus. Tapi aku nggak begitu suka, gambar mereka terlalu Jepang Ca. Nah, gambar kamu beda. Justru gambar yang begini yang aku suka."

Ah, saya sendiri nggak tahu gambar saya termasuk yang mana. Hey, kamu tahu nggak? Hari ini saya berpikir, saya mengingat, lalu saya sedih. Saya ingat adik saya, dia juga suka menggambar. Kami sama-sama nggak bisa nggambar ala komik Jepang, meskipun dalam hati, saya kagum dengan cara menggambar mereka yang detail dan tajam. Salahkah saya karena saya suka nggambar, tapi memilih untuk nggak mengikuti keinginan saya untuk kuliah di SRD? Salahkah? Oh tolong, jangan bilang saya salah. Setiap orang punya jalan hidup mereka sendiri, dan saya kira, jalan hidup saya bukanlah menjadi seniman. Saya sudah menguburnya. Saya sudah lupa. Itu saja.

Hari selasa lalu, tanggal 22 Juni, saya bertemu dengan dua orang teman baru  yang dikenalkan oleh teman kampus saya. Keduanya berasal dari Universitas Diponegoro. Saya senang karena saya bisa bertemu dengan sesama orang Jawa. Dengan mendengar logat bicara mereka saja, saya serasa sudah di rumah. Tapi yang membuat saya lebih senang lagi adalah, salah satu di antara mereka ternyata pernah kuliah di SRD ITB. Saya ingin sekali bertanya macam-macam sama dia -tanpa menyadari bahwa teman baru saya itu sekarang sudah pindah dari SRD dan memilih untuk kuliah di Komunikasi Undip. Setelah saya mengajukan beberapa pertanyaan (yang sebenarnya sudah sangat saya tahan-tahan), saya menyadari bahwa teman saya itu nampaknya tidak terlalu terkesan dengan kuliahnya di SRD itu. "Setiap hari aku nggambar dan nggambar terus, aku nggak tahan." Saya ngerti sekarang. Saya diam. Saya nggak enak juga nanya macem-macem. Perasaan dia pasti nggak jauh beda dengan perasaan saya setiap kali ditanyain tentang, "Kenapa kamu nggak bisa lulus Agustus ini?" Ah, saya pikir akan lebih baik kalau kami mengganti topik pembicaraan. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan kami keliling Unpad dan berfoto-foto.

Saya mau flashback lagi nih, ketika kira-kira dua minggu lalu, saya menghadapi sebuah interview magang, dan setelah beberapa menit wawancara, salah seorang dari mereka menanyakan, "Jadi...kamu suka nggambar ya? Kenapa nggak masuk SRD?" Ah, ingin rasanya saya ngejawab, "Tolong jangan tanyakan saya pertanyaan itu lagi." Teman saya  yang lain juga pernah nanyain itu, tapi saya lupa jawaban saya waktu itu apa. Yang jelas, saya selalu menutupi kekecewaan saya tadi dengan jawaban paling tidak bijak yang saya punya: "Karena katanya, SRD itu nggak prospektif." Dang! Ah, saya tahu bakalan banyak orang nimpukin saya pake batu, ngelempar jumroh, atau hal-hal sejenis itu. Saya cuman nggak tahu gimana caranya menghibur diri, salahkah saya begitu? Ya, saya tahu saya salah. Saya nggak tahu mau jawab apa lagi. Jadi, biarkan saja lidah yang tak bertulang ini menjawabnya. 

Ya sudahlah, saya sajikan saja hasil berfoto saya tanggal 22 Juni kemarin. Maaf kalau fotonya biasa saja, lah wong saya ngambilnya pake kamera hape yang biasa-biasa saja, dan dengan kemampuan menfoto yang biasa-biasa saja.


Photobucket

6 Kicauan:

{ agungsmail } on: June 30, 2010 at 7:04 PM said...

Selamat selamat...
Selamat tinggal SRD..hihiw.

Tapi jangan dilupakan.. jarang-jarang loh punya ketertarikan yang sangat amat mendalam pada suatu bidang.

Siapa tahu nanti meskipun jalurnya saat ini sedang dibelokan, eh dipertemukan lagi dengan jodohnya..

Ibarat Soleh ama Mamet (bukan nama sebenarnya), klo emang jodoh mah mereka jadi SOLMET. haiyah..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: July 1, 2010 at 12:56 AM said...

ah akang menghibur sekali..wekeke

selamat tinggal RSD, eh salah, itu mah Rida Sita Dewi!
ah, selamat tinggal SRD, semoga kita dipertemukan lagi..

iya juga ya kang, kalau memang udah solmet, pasti bakalan ketemu juga. kami memang seperti koreng dan lalat kang, saya koreng, dia lalatnya. mungkin koreng saya kurang menggoda kang, jadi dia enggan nemplok. *halah!

{ ratu rikfi } on: July 1, 2010 at 2:01 PM said...

wah jatinangor sekarang tambah bagus yah heheh....
icha mau magang dimana? aha gaya!!! eh aku perasaan blom pernah liat gambarnya icha yah, jadi pengen liat hehe....

{ Rizka Amalia (Ica) } on: July 3, 2010 at 6:41 AM said...

hehe, itu jaman kapan magangnya Fi..

nanti deh, kalau lagi mood, aku masukin ke sini.. wekeke

{ ratu ralna } on: July 4, 2010 at 11:45 AM said...

jangan disesali cha semuanya juga mungkin terbaik buat kamu :)

{ Rizka Amalia (Ica) } on: July 4, 2010 at 11:52 AM said...

yuhuuuu..makasih Ralna... :)

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger