Belajar buat Ikhlas

/ Friday, April 23, 2010 /
Hari ini saya 'gagal'. Ya, mungkin saya sedang kurang beruntung. Atau bisa jadi, ini buah kesalahan saya hari rabu kemarin. Benar juga kata orangtua, "Jangan bangun kesiangan., kalau nggak mau rejekinya dipatok ayam." Ya, di sekitar saya memang nggak ada ayam. Tapi saya yakin, hari rabu kemarin, rejeki saya udah pergi jauh meninggalkan saya, ketika saya masih bergumul dengan bantal. 

Jadi, hari rabu kemarin, saya bangun kesiangan. Menyadari itu, saya bangun dan mandi cepat-cepat, ngeprint draft, lalu nyusulin dosen ke kampus. Tapi, apa mau dikata,  ketika saya sampai, dosen saya sudah keburu pulang. Ya, hari itu saya merasa sangat gagal. Sekaligus merasa sangat sial. Saya mencoba berpikir, berkaca pada kesalahan saya. Saya salah. Saya kalah. Saya kalah dengan ayam. Dari hari itu, saya berusaha buat bangun lebih pagi, dan lebih pagi lagi. Dan..hari ini, saya senang karena saya bisa bangun cukup pagi, dan menyusul dosen ke kampus. Tapi apa yang terjadi? Dosen saya nggak ada. Beliau nggak datang ke kampus hari ini. Oke, saya terima. Saya sempat kecewa. Tapi saya yakin, rasa kecewa itu nggak bisa ngalahin rasa kecewa orangtua saya. Mereka sudah memberikan yang terbaik yang mereka punya, tapi apa balasan saya? Tidak ada. Atau belum ada? Saya nggak ingat. Tapi sejauh yang saya tahu, saya lebih banyak meminta dibanding memberi pada mereka. 

Oke, saya berusaha sabar atas semua yang terjadi hari ini.  Saya berpikir positif, mungkin dosen saya sedang berhalangan. Atau, mungkin saya hanya belum berjodoh buat ketemu beliau. Baiklah, nggak pa pa. Saya bisa mengerti itu, saya bisa menerima. Tapi? Apakah orang rumah bisa menerima? Saya nggak tahu. Skripsi adalah tema  pembicaraan yang cukup berat dan menyiksa saya. Saya sempat renggang dengan ibu saya, hanya karena beliau mengusik-usik ketenangan saya dengan menanyakan kemajuan skripsi saya. Seandainya saja, menulis skripsi jadi semudah menulis blog, saya pasti akan senang sekali. Belum lagi, saya dengar, lokakarya dosen hari kamis kemarin udah ngelahirin peraturan baru buat skripsi. Sidang kami akan diisi pula dengan ujian kompre. Ya,  saya nggak tahu raut muka saya saat mendengar kata-kata itu.  Saya seperti kesambar petir. Saya nggak bisa bohong. Saya jadi resah, dan gelisah. Sepertinya nggak cuman saya yang merasa seperti itu. Sebagian besar angkatan 2006 pasti merasa begitu, bahkan seorang Andriarto (yang notabene jago dalam berteori, bersejarah, dan punya ingatan sangat tajam) pun berkata dia nggak kuat dalam teori. Kalau dia bilang begitu, lalu saya apa? 

Wah, saya nggak mau negative thinking. Saya nggak mau sepanjang tahun ini saya habiskan dengan mikirin skripsi. Saya nggak mau di tahun 2010, saya harus menanggung lebih dari tigaperempat tahun ini dengan hidup di Jatinangor. Saya masih muda.  Masih pengen kemana-mana. Oke, saya senang di sini, tapi bukan berarti saya nggak pengen pergi. Bohong rasanya kalau saya masih pengen di sini. Saya senang dan betah di Jatinangor, saya menikmati udaranya, menikmati sebagian makanannya. Di sini saya (untuk pertamakalinya) merasakan gimana rasanya makan nasi gila. Gimana rasanya hidup merantau sendirian. Dan sadar atau tidak, satu hal yang paling saya nikmati adalah teman. Berada jauh dari orangtua membuat saya dan teman-teman saya jadi lebih dekat dari sekedar teman. Kami merantau bersama, dan saya berharap, kami juga akan mengakhiri perantauan kami di sini bersama-sama. Tapi apa jadinya kalau teman-teman yang membuat saya betah sudah hengkang dari kampus? Oke, silahkan dipikirkan sendiri. Membayangkan hal ini membuat saya jauh lebih merinding daripada membaca cerita hantu Jatinangor. Hehehe..

Jadi, intinya: hari ini, saya mengulang kekecewaan kemarin. Saya kecewa sama diri saya sendiri. Tapi apa mau dikata? Yang sudah biarkan saja terjadi. Tapi besok, jangan sampai terulang lagi. Saya pikir, daripada saya stress, nangis-nangis, jedotin kepala ke tembok, mogok makan, atau minum obat nyamuk, lebih baik saya menghibur diri dan membagi semangat buat teman-teman. Teman saya, Linda, pernah bilang, "Kalau kamu stress, jangan dipaksa buat ngerjain. Refreshing dulu aja, tapi inget, jangan keterusan, Ca. Harus direm." 

Lalu, saya bertanya, apa yang membuat dia bisa terus semangat ngerjain skripsi. Ini mungkin jawaban yang sangat simpel. Tapi justru jawaban ini yang menguatkan saya. "Linda mah inget orangtua di rumah. Orangtua kita nggak pernah lelah membiayai kita selama ini, masa skripsi doang kita nggak bisa?" Mendengar itu, saya kesambar petir lagi. Saya inget, saya kebayang wajah ayah dan ibu saya. Sekarang saya tahu kesalahan saya. Saya terlalu banyak refreshing, sementara saya nggak punya rem. Rem saya blong. Saya lupa kalau saya beli makan pakai uang mereka, biaya semesteran saya ditanggung mereka. 


Oke, cukup bagi-baginya. Akhirnya, setelah saya was wes wos panjang lebar, saya cuman mau bilang, mari kita semangat ngerjain skripsi! Whatever will happen, no matter what it is, kita harus sabar dan ikhlas. Ya, kamu juga ngerasa susah ketemu dosen? Itu sudah resiko, teman. Memang sabar itu susah. Tapi mungkin menjadi ikhlas itu jauh lebih susah. Tapi percaya deh, kalian pasti ikhlas kalau lulus lebih cepat! Hahaha.. :P

Graduation is only a concept.  In real life every day you graduate.  Graduation is a process that goes on  until the last day of your life.  If you can grasp that, you'll make a difference.
 ~Arie Pencovici

 
Photobucket

4 Kicauan:

{ Wida Wulasari } on: April 23, 2010 at 10:12 AM said...

Let's do the best ne..
me too, I want to make my parents happy ca, walopun nggak bisa ngembaliin apa yg udah dikasih ortu ke kita sepenuhnya, tp aku mau ngasih yg terbaik buat mereka, ganbatte ne ;)

{ Rizka Amalia (Ica) } on: April 23, 2010 at 10:39 AM said...

ganbatte juga Wida!! :)

{ blogwalker } on: April 23, 2010 at 2:06 PM said...

komentar pertama,, maaf kan saya..
komentar kedua, terimakasih mengingatkan kalo kuliah itu yang paling penting.. hampir aja aku tinggalin buat WWF dan pantai ancol, padahal besok Ujian...
semangat ca.. semangat buat mengejar mimpi dan cita-cita..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: April 24, 2010 at 1:07 AM said...

kenapa maafkan? iya, kan kita saling mengingatkan gus. ^,^

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger