Am I a Drama Queen?

/ Saturday, April 17, 2010 /
Oke, postingan saya minggu ini boleh dibilang postingan paling menyedihkan yang pernah saya buat. Merasa ini postingan curhat yang tidak penting? Feel free to close the tab, okay? :P


Karena kamu sudah berbaik hati membacanya, saya akan langsung saja bercerita.
Akhir-akhir ini saya sering banget membatalkan janji secara tiba-tiba, dan merubah mood seenaknya. Saya sadar saya salah dan menyebalkan. Jadi, saya minta maaf kepada siapapun yang pernah, sering, dan kemarin-kemarin sempat merasakan ke-plin-plan-an saya. Uhm.. saya cuman nggak pengen bilang "ya" untuk sesuatu yang sebenarnya "nggak" buat saya -begitu pula sebaliknya. Dan masalahnya di sini, saya kerap kali enggan buat bilang "saya kepengen begini" atau "saya nggak mau begitu". Saya sukar menemukan kata-kata yang pas buat menolak atau menerima ajakan seseorang. Ya, saya inget kata-kata temen saya, saya orang yang nggak tegas dan nggak punya pendirian. Atau kasarnya, saya nggak punya prinsip. Ya, saya sadar kok, saya manusia paling plin-plan yang pernah saya tahu. Jadi..kalau saya tiba-tiba berubah pikiran jadi "ya", kamu perlu curiga kalau suatu saat (atau  paling cepat, beberapa menit kemudian) saya akan bilang "nggak" lagi atau tiba-tiba "membatalkan janji" -atau sebaliknya: yang tadinya bilang "ya" berubah jadi "nggak". Saya menyebalkan, saya tahu. Tapi akan lebih baik buat nyadar kalau saya menyebalkan daripada tidak, bukan?  "Baguslah kalau nyadar," begitu gumam saya dalam hati. Lalu, apa yang harusnya saya lakukan ketika saya sadar sama kesalahan saya ini? Ya, saya seharusnya belajar untuk mengenali diri saya sendiri.  Kamu boleh bilang, "nggak ada orang yang paling kenal sama diri kamu sendiri, kecuali kamu." Oke, saya terima. Tapi, hey, salahkah kalau saya merasakan yang sebaliknya? Sampai detik ini, saya merasa asing di dalam tubuh saya sendiri. Saya mulai tidur-tiduran dan berpikir, "saya itu siapa? Saya itu maunya apa? Kenapa tadi saya begini, tapi sekarang begitu? Saya mau ngapain di sini?"  (oke, ini semua mengingatkan saya sama pelajaran filsafat yang saya benci, hahaha). Labil? Oh please, jangan bilang saya labil. Saya tahu benar orientasi saya, hahaha. Kamu boleh bilang saya munafik atau apapun itu, saya terima. Buat saya semua orang (secara sadar atau tidak) pernah bersikap munafik. Bedanya, setiap orang punya kadar kemunafikan yang berbeda-beda. Saya khawatir, kalau sikap plin-plan saya dibiarkan, saya bakalan jadi pembohong besar dan akhirnya berkembang jadi orang yang munafik. Ya, saya suka perkembangan. Tapi kalau perkembangan yang satu ini, saya nggak suka. Saya nggak pengen buat orang kesal lagi -karena saya yakin, nggak ada satu orangpun di dunia ini yang suka sama kemunafikan. Termasuk saya, dan kamu. :)

Haha, baiklah, tujuan utama postingan ini adalah untuk mengucapkan maaf kepada teman-teman saya yang (pasti) merasakan 'ulah' saya akhir-akhir ini. Maaf Wida, Dina, dan Nindy, sebagai teman-teman yang paling sering merasakan ke-plin-plan-an saya. Maafkan saya Bagus. Dan buat siapapun itu, saya minta maaf buat semuanya. Ya, lebaran masih lama. Tapi saya nggak tahan buat nunggu lebaran tahun ini. Saya...errr.. Saya cuman sedikit moody dan wishy washy akhir-akhir ini. Saya harap saya segera menemukan apa yang saya suka dan saya inginkan. Ingatkan saya ya kalau sifat buruk saya ini mulai kambuh lagii...dan  sebaliknya, saya juga akan mengingatkan kamu selagi saya bisa.. :) 

Nyambung sama tema postingan saya kali ini, inilah seorang tokoh perempuan paling muna yang pernah saya tonton (Summer, di 500 Days of Summer). Dia cantik, saya suka lagu-lagunya, tapi saya akui, perannya di film ini sungguh-sungguh menyebalkan. Hahaha! Ini dia beberapa scene yang membuat Summer menjadi tokoh paling muna buat saya (semoga saya nggak semuna itu lagi, amin) >,<
"I find the more I get to know myself, the happier I am—and the better I am. I think that’s true of everyone."


signature

7 Kicauan:

{ Wida Wulasari } on: April 18, 2010 at 1:40 AM said...

yaampun icuaa.. what happen to you, hehe..
jangan nggak enakan ca sama aku mah, just say no if you dont want at the very first time, no need to lie if it bothers you later..
and just be true to yourself, to me, to bagus, to dina, to nindy, to everyone, bang JM bilang "the truth hurts but lies worse :)
find your passion then let's rock! :D

{ blogwalker } on: April 18, 2010 at 9:40 AM said...

SEPAKAT DENGAN WIDA CONG

{ PuM2 } on: April 18, 2010 at 6:38 PM said...

hm... hm... hm... pgkuan dosa pa ni judulna kekekekek....
siplah... dgn introspeksi diri, kita bisa lebih baik dr hari ini dan hari kmaren... smangat ca...

{ Rizka Amalia (Ica) } on: April 19, 2010 at 2:08 AM said...

@ wida: bener juga ya wid. ahaha, kata-kata bang JM nyentuh abis deh!

@ Bagus dan Pumpum: hehehe, sepakat! semoga kita semua semakin lebih baik dari hari ke hari ya! amin.

{ agungsmail } on: June 4, 2010 at 6:19 AM said...

sebagai Cowok, film 500 days of summer adalah film menyedihkan bagi seorang pria...

nyelekit.

{ Rizka Amalia (Ica) } on: June 4, 2010 at 10:07 AM said...

iya, nyelekit banget Gung. nyebelin.
tapi karena Zooey cantik, (bisa) dimaafkan lah. semoga Tom sama Autumn langgeng. *tsaah
>,<

{ agungsmail } on: June 4, 2010 at 7:13 PM said...

summer pergi Autumn datang...
uhuy (dipopulerkan oleh komeng).

meskipun menyedihkan, Tom bangkit kembali mengejar cita-citanya yang selama ini dia inginkan.
prikitiw (dipopulerkan oleh komeng).

endingnya adalah, semangat untuk memulai hidup Baru!!!

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger