Roald Dahl's Movie, again!

/ Wednesday, December 09, 2009 /
Nggak tau sejak kapan, saya mulai suka nonton film-film animasi anak-anak. Awalnya saya nggak suka, karena ceritanya (menurut saya) terlalu sederhana. Sampai akhirnya suatu saat saya dimintai tolong adik saya untuk ngebuatin cerita anak-anak yang singkat, tapi menarik. Baru dari situ saya nyadar, butuh imajinasi super besaaaar buat ngebikin cerita anak-anak. Dari situlah saya mulai suka film-film sejenis Charlie and The Chocolate Factory (dari Roald Dahl juga), Nightmare Before Christmas, Corps Bride, Coraline (dan film-film Tim Burton lainnya), Peterpan, Finding Neverland, serta film yang akhir-akhir ini baru saya tonton: Christmas Carol (Charles Dickens) Pertama, saya suka jalan ceritanya yang sederhana, tapi penuh imajinasi. Kedua, saya suka efek animasinya. Ketiga, dengan usia setua itu, saya belum tentu bisa mendalami jiwa anak-anak sebaik Om Roald Dahl, Enyd Blyton, Charles Dickens, dkk. Keempat, tapi yang terpenting, saya suka pesan-pesan moral yang disampein di akhir film. Pesannya terlihat sederhana memang, tapi justru karena terlalu sederhana itulah kita jadi gampang lupa buat ngelakuinnya. Omong-omong, saya belum pernah baca bukunya Roald Dahl yang satu ini, tapi saya yakin filmnya bakalan bagus deh.

Sinopsis filmnya:
Boggis and Bunce dan Bean, ketiganya adalah petani yang licik. Yang satu pendek, yang satu gendut, dan yang satunya lagi kurus -walaupun mereka kelihatan berbeda, tapi sebenernya mereka sama-sama jahat. Mr. Fox, Mrs. Fox, dan semua bayi-bayinya tinggal di bawah pohon yang letaknya di bawah bukit. Mereka tinggal bersama Badger, Rabbit, Weasel, dan seluruh keluarganya. Untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, setiap malam Mr. Fox mencuri makanan dari salah satu petani licik tadi, Boggis (peternak ayam), Bunce (yang hampir memiliki segalanya tapi cuman makan hati bebek), dan Bean (yang beternak kalkun dan menanam apel, serta hidup semata-mata dari sari buah apel). Dengan penciuman yang sensitif, dan diet petani-petani tadi yang berbeda-beda,  Mr. Fox nggak kesulitan buat kabur dari mereka. Setelah melalui berbagai macam perlakuan, petani pelit tadi berusaha untuk mengakhiri aksi Mr. Fox. Mereka menyerang Mr. Fox secara tiba-tiba di rumahnya. Dan ketika Mr. Fox selamat, para pengikutnya justru tidak selamat. Hal ini mendorong obsesi petani tadi. Pertama-tama, para petani tadi berusaha untuk menggali rumah rubah-rubah tadi agar mereka keluar dari lubang di bawah pohon. Kemudian, mereka memancing agar keluarga rubah tadi kelaparan. Ini sangat disayangkan, keluarga rubah tadi tidak dapat meloloskan diri dari ancaman para petani itu. Terlebih lagi, tidak ada makhluk lain (yang tinggal di bawah bukit itu) yang dapat keluar (ada buldozer yang menghadang mereka). Hingga pada suatu ketika, Mr. Fox (yang tadinya nggak populer sama sekali) berencana menggali jalan keluar di bawah rumah petani, untuk menyelamatkan keluarganya... (wah, cerita selanjutnya saya nggak tahu deh...)
Di AS, film ini udah dirilis bulan November kemarin. Nah kalau di Jatinangor, saya belum cari-cari DVDnya. Pengisi suaranya ada: George Clooney, Meryl Streep, Jason Schwartzman,  Bill Murray, blaaa blaaa blaaa...(saya masih asing sama nama-namanya) dan Owen Wilson. Huaaah, hari Kamis besok saya mau pulang ke rumah, dan saya pengen beli beberapa DVD film sejenis ini buat oleh-oleh adik saya di rumah (maaf ya Dik, baru bisa beliin yang bajakan). hehehe... :P

wokey deh, karena sudah malam, marilah kita tidur dulu... oh ya, sebelum lupa, quote saya hari ini:

"Those who don't believe in magic will never find it." 
found in Roald Dahl's very last book The Minpins

Sooo, do you believe in magic?
-R.A.-
P.S: kalau kamu pengen tahu apa yg bisa nginspirasi Roald Dahl, kamu bisa langsung masuk ke pondok ceritanya. Sekarang saya tahu kenapa anak-anak lebih imajinatif, karena mereka kadang-kadang suka berpikir out of the box. Percaya deh, magic could come anytime and everywhere. It depends on you. Jadi inget salah satu kalimat di Peterpan, "Setiap satu orang anak di dunia berkata: 'peri itu nggak ada'..maka satu peri akan mati.." Jadi ketika kita nggak percaya akan keajaiban, kita nggak akan bisa ngerasainnya.. Ayo ah, "I do believe in magic, I do!! I do!!" :)

0 Kicauan:

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger