"Golden rule"

/ Friday, December 11, 2009 /
Ya, kita mulai pembahasan ini dari sebuah lagunya Fall Out Boy, berjudul Golden. Lagu ini mungkin terlihat putus asa, sedih, mellow, atau apapun itu. Tapi saya setuju sama kata-kata yang ada dalam lirik lagu ini. Golden rules the world, money rules everything. Saya nggak munafik dalam hal ini. Bukannya saya materialistis. Nggak. Saya cuman mencoba berpikir realistis. Ya, saya bisa lihat kenyataan, bahwa sekarang dunia dikendalikan oleh uang. Walaupun uang nggak bisa beli semuanya, tapi uang bisa mengontrol hampir segalanya. Dan apakah kita pernah peduli akan dampak negatifnya? Ya, kejahatan terjadi di mana-mana. Nggak cuman kejahatan saja, beberapa kebaikan juga ada yang memiliki kepentingan ekonomi.

Salah satu bentuk kejahatan tersebut adalah perang. Ada beberapa  perang di dunia  yang terjadi karena kepentingan ekonomi, meskipun beberapa terjadi karena kepentingan politik. Tapi  saya percaya, kalau kebanyakan perang juga memiliki motif ekonomi. Contohnya: Invasi AS ke Irak tahun 2003 (didorong karena nilai ekonomi akan banyaknya kandungan minyak bumi di Irak, dan bukan karena Irak memiliki senjata pemusnah massal), Perang Dunia II (balas dendam Jerman atas kekalahan dan kerugiannya pada PD I), dan bahkan ada pula yang yakin bahwa terorisme terjadi akibat kesenjangan ekonomi yang sangat besar. Parahnya, perang juga dapat mendatangkan keuntungan bagi negara-negara pemasok senjata. Semakin banyak perang, semakin banyak senjata yang mereka jual. Karenanya industri persenjataan erat sekali kaitannya dengan perang. Bahkan karena nilai perdagangannya yang tidak sedikit, banyak pula negara-negara yang menyelundupkan senjata secara ilegal. Para pedagang ini juga meluaskan perdagangan mereka dengan turut menjual obat-obatan terlarang (narkoba), hewan langka, mineral, kayu, dsb (sumber: Small Arms Working Group Fact Sheet, “Small Arms and Brokers”). 
Kejahatan berikutnya adalah perdagangan organ tubuh manusia secara ilegal (seperti perdagangan ginjal di China dan India) -yang mayoritas (juga) diakibatkan motif ekonomi. Warga yang tidak memiliki banyak uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, lalu menjual satu ginjalnya kepada orang lain. Alasan klasik seperti kemiskinan dan keinginan untuk mendapat uang  lebih banyak juga mendorong banyaknya pengiriman TKI secara ilegal, perdagangan manusia, pelacuran, penculikan, perampokan, dan (tentu saja) korupsi.
Ternyata, motif ekonomi jugalah yang diyakini telah membuat AS enggan meratifikasi Protokol Kyoto. Mengapa? Karena hal tersebut berarti: AS harus mengurangi polusi yang diakibatkan industrinya -dan hal ini berarti penurunan produksi, dan tentu saja penurunan pertumbuhan ekonomi. "Peduli amat sama global warming, yang penting industri negara saya tetep jalan," begitu kali yaa kasarnya.. :)

Sementara itu, kebaikan yang ternyata memiliki kepentingan ekonomi adalah: bantuan ekonomi, misalnya hutang luar negeri, sistem pasar bebas, dan sebagainya.. Beberapa pihak meyakini bahwa sistem pasar bebas adalah salah satu strategi negara-negara maju (begitu pula oleh IMF dan WTO) untuk mendorong negara-negara kecil membuka pasarnya terhadap investasi asing, atau yang oleh banyak orang dibilang Neoliberalisme. Kapitalisme merajalela, kesenjangan sosial menjadi-jadi. Yang miskin semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya. Saya nggak mau bicara panjang-panjang, karena saya juga nggak banyak tahu untuk terus menebak-nebak alasan-alasan ekonomi lainnya.

Ya, itulah yang terjadi kalau uang (maupun emas) dibiarkan mengatur segalanya. Uang membuat orang lupa daratan. Uang seolah-olah memisahkan setiap orang dengan kedudukan maupun status sosial -misalnya: saya kaya dan dia miskin, karenanya kami berbeda. Uang membuat kita angkuh dan sombong. Padahal kalaupun kita mati nanti, kita nggak bisa bawa uang ke akhirat. 
 
Buat ngisi waktu luang, tonton deh The New Rules of The World (oleh John Pilger), sebuah film dokumenter yang membuka mata kita tentang kenyataan yang terjadi di balik globalisasi serta dampak negatifnya yang dialami kaum buruh di Indonesia (ada bukunya sih, tapi saya nggak tahu dijual di Indonesia atau nggak). Saya sempat nangis dan nggak percaya kalau ini bener-bener terjadi di negeri ini. Sebuah negeri yang kaya raya (namun sayang sekali, belum bisa merasakan kekayaannya sendiri) dengan peringkat sebagai negara terkorup nomor 111 di dunia.  
Jadi, menurut kalian, how cruel is the golden rule?

Thinking to get at once all the gold the goose could give, he killed it and opened it only to find - nothing.
(Aesop)

-R.A.-


4 Kicauan:

{ blogwalker } on: December 12, 2009 at 5:16 PM said...

Jahat ya mereka yg jual hewan dan kayu. Sharusny uang ya uang lingkungan jgn di rusak. Itulah ca, kmbali ke orang itu lg. Kita bkan butuh perubahan sistem. Tapi butuh perubahan ahklaq manusianya. Seberapa bgs sistem kalo orangny gax pduli dn gax berakhlaq baik percuma. Tetep ada k0rupsi, skandal, perang.
"semua berawal daRi dirisendiri, lakukan perubahan."
Kaya ak yg brusaha buang sampah sembrangan, jadi kalo gada tmpt smpah, sampahny d taro d tas dulu bru d buang kalo ada tong sampah, tp sering d anggap aneh..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: December 13, 2009 at 12:53 AM said...

sama, aku jg gitu. soalnya kelemahan manusia itu: uang, kekayaan materi. temen ayahku, yg orangnya baiknya minta ampun aja bisa ketularan korupsi. ayahku aja smpe heran, kok bisa ya? aku msh mikir nih, betulinnya drmn...
tp aku jg gak heran sih, kalau new zealand jd negara terbersih (dr korupsi) di dunia, soalnya penduduk sama domba aja lbh banyak dombanya...wekekeke...

{ Wida Wulasari } on: December 18, 2009 at 4:20 AM said...

the new rules of the world?? aku kok jadi inget kita ngulang kwn ya chaa, hehe..
aku sedih liat indonesia, tapi waktu ke kamboja, aku lebih miris lagi, disana yang kaya kayaaaa banget, eh yang miskin, mau mati di pinggir jalan juga ga ada yg peduli cha, hiks..

{ Rizka Amalia (Ica) } on: December 27, 2009 at 3:31 PM said...

huwaaa....bisa dibayangkan... iya niih, pengen download filmnya wid... in memoriam of KWN. wekekekeke..

Post a Comment

Whom I've been grateful of

Blog Statistics

Recent Comments

Archives

Popular Posts

 
Copyright © 2010 Thisisrizka, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger